How To Be an Adorable Debater!

cdn1.theodysseyonline.com

Aloha!! Since English was very famous today, especially in oral, such as speech, story telling, debate, and some else. Kami cuma ingin berbagi kepada siapa saja pembaca khususnya debater pemula. Barangkali berguna. Lets get started!

 

First of all, to be debater, you need to gain yourself confidence. Percaya atau tidak, kepercayaan dirimu dalam berbicara, how you convincing the audience, the judges, and also your opposition, that was the most important thing! Tidak penting ketika kamu berbicara dengan menggunakan grammar yang tepat, karena percuma saja ketika ide-idemu yang adorable tidak diterima, tidak dipahami, atau malah hang case!

Second of all, berbicaralah dengan kata-kata yang sederhana dan kalimat yang mudah dipahami. Karena ketika kamu malah berbicara dengan bahasa yang terlalu tinggi, kamu malah mirip Vicky Prasetyo, inget gak? 29 my age?? I’m sure you are all remember. Bahasa yang sederhana akan membuat juri yang menilaimu lebih mudah menerima, alhasil ide-idemu akan tersampaikan dengan baik. Berbicaralah dengan santai, rileks, jangan tegang, supaya kamu tidak blank.

Lastly, make sure you understand the motion very well. Pahami dulu case yang kamu terima, pastikan kamu berada tim government atau opposition. Telaah baik-baik, idemu itu sejalan atau malah berlawanan. Karena ketika kamu hang case, tugas berat menimpa speaker setelah kamu. Dan ketika kamu menjadi speaker yang terakhir, maka usai sudah perjuanganmu, karena replay speaker tidak akan membantu apa-apa.

Ketiga point diatas adalah hal yang paling utama in how you speak. Berikut ini adalah tips-tips how to spread up your idea. Ada 4 jenis speaker dalam debate disertai dengan point of views yang berbeda-beda.

1. First Speaker

First speaker dikenal dengan a wise man. Kenapa? Karena dia harus clearly menjelaskan tentang apa sebenarnya case tersebut. Kemudian dia juga harus memberikan batasan-batasan tentang kasus tersebut. Dia juga harus menjelaskan stake holder atau player dalam case tersebut. First speaker harus mampu membangun pondasi dasar yang sangat kuat, agar tidak mudah dihancurkan oleh tim lawan. You got it? Thats why first speaker called as a wise man.

2. Second Speaker

To be an adorable second speaker you need to be smart. Karena second speaker disebut, as a smart man. Dia harus bisa mencari sudut pandang atau sisi yang lain dari case tersebut, bahkan dia harus bisa mencari an adorable point of view that never thought by another people. Before you speak your idea up, you need to rebuttal your opposition. Kamu harus menyangkal ide-ide lawanmu dulu. Rebuttal juga berlaku bagi kamu first speaker negatif. Setelah rebuttal, baru kamu speak your idea up. Bantulah first speaker untuk mematangkan case-nya. dengan point of view yang berbeda tetapi tetap sejalan.

3. Third Speaker

 Third speaker ini yang paling jahat. You need to clearly got the faults of your opponent. You need to be an as*hole as third speaker. Why? Karena kamu harus berhasil maping dari apa yang terjadi dalam perdebatan. Menyampaikan kelemahan tim lawan dan kekuatan tim-mu. Karena dari maping tersebutlah alasan mengapa tim-mu harus menang dalam case itu. Kamu dilarang membawa new idea, new case, atau new-new yang lain. Kamu hanya boleh rebuttal terus menerus, rebuttal point-point yang belum di-rebuttal oleh temanmu. Kalau kamu jeli, kamu akan menjadi an as*hole-awesome third speaker!

4. Replay Speaker

 Replay speech hanya boleh dibawakan oleh first/second speaker. Karena replay speech hanya berisi kesimpulan. Kamu dilarang rebuttal, dilarang membawa new idea, new case or even new thing. Remember, hanya kesimpulan sederhana tentang point-point yang dibawakan oleh tim-mu dan tim lawan.

Nah, sekarang how you arrange your idea through speech. Ada susunan sederhana tentang speech dalam debate, bahkan bisa kamu gunakan untuk membuat naskah-naskah non oral. Sangat mudah, check this out!

A: Argument (Mention whether you agree or disagree about the motion)

R: Reason (Explain the reason why you agree or disagree about the motion. Beri alasan yang jelas, beri fakta, data, dan penjelasan yang sangat meyakinkan)

E: Explanation, Evidence (Further explanation why you really agree or disagree. Give any fact, data that you have to support your idea. Jelaskan tentang stake holder, evidence yang pernah terjadi. Proof that you are right and they were wrong)

L: Link Back (Link your idea back. After a really really long explanation, give it link back why you agree or disagree. Bagian ini ditandai dengan kalimat: So, thats why we support this motion or So, that why we disagree about this motion)

You got it? Semoga tulisan ini bermanfaat bagimu. Selamat mencoba! Good Luck 🙂

Komentar



error: Konten dilindungi!