5 Etika Bisnis ala Jepang

Nagoya_University_Hospital

Jepang adalah negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia. Fakta itu tak mengherankan, sebab orang Jepang terkenal memiliki etos dan etika kerja yang sangat baik. Mereka berhasil memadukan unsur modern dan tradisional dalam berbisnis. Modernitas diterapkan dalam sarana dan prasarana, sedangkan tradisionalitas diterapkan dalam etika. Bagi anda yang berpikir untuk membangun sebuah bisnis atau sedang manjalankan bisnis bisa mencoba menerapkan etika bisnis ala jepang berikut ini:

1. Tepat Waktu

Orang jepang sangat terkenal dengan penghargaan mereka akan waktu, berbeda dengan kebiasaan jam karet di indonesia, dimana keterlambatan menjadi hal yang tidak terlalu dipermasalahkan bahkan sudah biasa. Di jepang selalu dituntut agar datang minimal 5 menit lebih awal, keterlambatan akan sangat berakibat buruk karena anda bisa dicap sebagai pemalas, pelupa, dan tidak berkompeten.

2. Berpakaian Rapi


Orang jepang dikenal konservatif urusan pakaian. Mereka sangat menghargai orang yang berpakaian sesuai dengan status dan posisinya atau sering disebut “dress to impress”. Jangan memakai pakaian yang terlalu terbuka, karena orang lain akan terganggu. Jangan menggunakan make up dan aksesoris yang terlalu berlebihan.

3. Menghormati orang lain, Khususnya yang lebih tua


Jepang memang terkenal selalu memberikan kesempatan kepada orang yang lebih tua atau jabatannya lebih tinggi untuk memberikan pendapatnya terlebih dahulu. Orang yang lebih tua sangat diperhatikan pendapat dan nasihatnya. Dalam tradisi orang jepang, membungkuk haruslah lebih dalam kepada senior atau orang yang lebih tua.

4. Menghormati kartu nama orang lain


Sebuah meeting atau pertemuan bisnis di jepang selalu dimulai dengan pertukaran kartu nama. Dalam proses pertukaran kartu nama, orang menerima dengan kedua tangan, membaca kartu nama tersebut dengan teliti, lalu meletakkan kartu nama tersebut di tempat kartu nama atau di atas meja di depannya (sehingga bisa langsung dibaca jika diperlukan). Jangan terburu-buru memasukkan ke dompet atau saku karena akan dianggap tidak sopan. Ketika anda menghargai pertemuan atau meeting tersebut maka anda akan dianggap meeting-meeting selanjutnya.

5. Serius saat bekerja dan tetap ada Liburan


Orang jepang terkenal dengan konsitensi dalam berbisnis. Saat bekerja mereka akan bekerja dengan sangat serius, lalu setelah bekerja mereka biasanya akan bersantai di bar-bar dan tempat minum. Salah satu tempat favorit di jepang adalah karaoke bar dimana mereka bernyanyi bersama (walaupun banyak yang tidak bisa menyanyi). Ini bukan hanya bertujuan untuk menyeimbangkan antara bekerja dan berlibur namun juga dapat menjadi sarana bertukar informasi dan mempererat kekompakan tim.

Komentar



error: Konten dilindungi!