3 Hal untuk Kamu Yang Lelah Kuliah

yemeni-children-stand-upforschool

Pulang kuliah dengan perasaan resah, menyalakan kipas angin dan langsung ambruk di mana saja, membuat kita semakin sadar betapa lelahnya hidup ini. Ditambah dengan pakaian yang menumpuk karena belum dicuci, dan tugas yang terus menggunung seolah tak akan pernah bisa dihabisi. Rasanya ingin berhenti saja, kadangkala ingin untuk menyerah saja. Yah, entah mengapa, tugas kok begitu ganas dan seolah membunuh kita secara perlahan-lahan.

Kuliah adalah tantangan. Kalau kita tak bisa hadapi tantangan ini, bagaimana dengan tantangan hidup di masa depan?

Namun, setelah mengalami banyak hal, menjalani kuliah tidaklah sesemangat saat mendambakannya.

(source : pinterest)

Kuliah memang melelahkan, apalagi untuk anak rantau yang menjalani hampir semua hal sendirian. Kadang kita bosan, jenuh, dan ingin berhenti saja. Esensi dari mencari ilmu menjadi sungguh memberatkan. Kita kehilangan arah, dan merasa tidak pernah bisa menikmatinya.

Sebenarnya, ada banyak hal pula mengapa kita harus tetap bertahan melanjutkan kuliah walaupun sudah berada pada puncak titik jenuhnya.

  • Lebih Rasakan Manfaatnya

Hasil gambar untuk study

(source : Kingofwallpapers)

Mencari ilmu, memang melelahkan. Kuliah, pasti melelahkan. Namun, kembalilah ingat bahwa hal yang kita jalani kini pasti ada manfaatnya di masa depan. Kuliah dapat menjadi salah satu jalan untuk meraih apa yang kita inginkan. Ingatlah kembali bahwa mencari ilmu adalah ibadah, semua yang kita lakukan tidak akan menjadi sia-sia.

Genggam cita-citamu, kita bisa lewati masa-masa jenuh ini. Kita hanya perlu lebih merasakan manfaat dari adanya kuliah, yang mungkin tak sering disadari. Bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai macam tempat, melakukan banyak pekerjaan baru untuk melatih kemampuan dan kesabaran, juga mencoba menyesuaikan ritme kehidupan dengan hal-hal yang biasa dikerjakan bersama keluarga menjadi dikerjakan sendirian.

Tak ada jalan mudah untuk menjadi sukses. Kuliah ada manfaatnya, percayalah dan buktikanlah 🙂

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
– (Imam Asy-Syafi’i)

  • Tak Semua Orang Berkesempatan Kuliah

Hasil gambar untuk children want school

(source : A World At School)

Saat kita mengeluh tentang penatnya kuliah, tak sadarkah bahwa diluar sana banyak sekali yang menginginkan  berada di posisi kita?  Saat kita merasa ingin sekali berhenti kuliah, ingatlah mereka diluar sana yang ingin sekali berkuliah, namun belum diberikan kesempatan mencicipi bangku kuliah. Betapa mereka akan sangat menyayangkan, keputusan berhenti kuliah, ataupun tingkah laku kita yang mulai tidak serius dalam berkuliah.

Kuliah bukan ajang pamer atau gaya-gayaan. Tak semua orang dapat berkuliah, tak semua orang dapat diterima di kampus yang menjadi tempat kita jalani perkuliahan. Maka nikmat Tuhan-Mu manakah yang engkau dustakan?

“Mengeluh itu hanyalah mencari perhatian yang tidak elegan.”

  • Menciptakan Senyuman dan Kebahagiaan

Hasil gambar untuk father and mother

(source : Daily Mail)

Akan ada senyuman,  jika kita dapat membuktikan bahwa kelelahan ini semuanya akan berujung kebahagiaan. Barangkali Tuhan menciptakan kelelahan agar kita dapat menikmati setiap proses jika berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan. Begitu pula dengan perkuliahan, pikirkanlah kebahagiaan jika kita telah selesai menempuh study dan disambut oleh orang-orang tersayang. Kita harus dapatkan sesuatu dari perkuliahan ini! Kita pantas bahagia, juga pantas menerima senyuman.

Percayalah bahwa menerima hasil tanpa proses yang berkesan, hanya akan menimbulkan kehampaan. Maka, mengapa kita tidak nikmati saja segala hal yang terjadi untuk proses pendewasaan. Ingatlah bahwa ada harapan orangtua kita yang menunggu untuk diwujudkan, salah satunya tentulah dengan keberhasilan kita saat berkuliah.

Percayalah, segala lelah akan sangat tergantikan dengan apa yang nanti dapat kita capai dan usahakan.

“Sebenarnya, kuliah itu jauh lebih indah daripada sinetron, jika kita sadar bahwa sinetron itu hanyalah kesenangan yang tidak nyata.”

Komentar



error: Konten dilindungi!