Si Kecil yang Mulai Menghilang

lunjar

Ikan Lunjar awalnya hanyalah makanan orang pinggiran di desa-desa, bahkan anak-anak kecil terbiasa menangkap Lunjar di sungai-sungai yang saat itu banyak populasi Lunjara. Seiring waktu maka gaung ikan Lunjar jadi terkenal kemana-mana dan menjadi salah satu favorit masakan yang berbahan dasar ikan air tawar. Bahkan belakangan ini dengan banyaknya warung makan dan restoran yang menyajikan menu Lunjar ini, dipasaran ikan ini jadi agak susah didapatkan alias sudah sedikit langka.

Hal tersebut yang membuat bebarapa peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap ikan lunjar. Tidak terkecuali Drs. Untung Susilo M.Si. beliau berbeda dengan peneliti lainnya yang cenderung meneliti tentang permasalahan fekunditas. “Peneliti yang saya sedang lakukan saat ini adalah penelitian terhadap ikan lunjar padi (Rasbora argyrotaenia) secara fisiologi nutrisi, tujuannya untuk mengarahkan ke arah domestikasi. Ikan ditangkap dialam sulit dicari induk yang terbaik. Percobaan pemijahan pertama gagal karena benih mati, percobaan kedua mulai menunjukan hasil yang baik. Pemijahan berhasil hingga sampai saat ini telah memijahkan 5 kali. Tujuan awal melakukan hal tersebut untuk keperluan penelitian dan terinspirasi dari pemerintah Taiwan yang sangat memperhatikan kelestarian lingkungan perairan dengan cara mengambil alih langsung penanganan domestikasi hewan air yang mulai mengalami penurunan jumlah populasinya.” Ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dijalaskan lebih lanjut lagi bahwa sampai saat ini belum dapat dikatakan sebagai kegiatan domestikasi, karena pemijahan baru dilaksanakan pada tahap F1 sedangkan untuk menuju ke tahap domestikasi harus mendapatkan hasil hingga F2. Targetnya kegiatan tersebut dapat terlaksana dalam waktu-waktu dekat ini. Setelah F2 di dapatkan dan menghasilkan jumlah individu yang banyak maka rencananya akan dilepaskan kembali ke perairan sekitar yang memang menjadi habitat asli ikan tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pembudidayaan oleh para pembudidayaan sehingga dapat mengurangi pengambilan secara liar ikan tersebut diperairan.

Domestikasi secara etimologis, berasal dari kata latin domus, atau rumah tangga: penjinakan hewan buas atau hewan liar dan sebagainya atau transformasi dari gaya hidup “liar” menuju yang berbudaya yang terjadi ketika manusia mulai berdomisili secara tetap, mulai terbatasi horison-horisonnya. Sehingga dalam kaitan dengan ternak maka domestikasi berarti proses penjinakan hewan-hewan yang hidup liar menjadi hewan-hewan piaraan. Kegiatan atau proses domestikasi belum berakhir karena manusia masih juga menambah jenis-jenis hewan piaraan yang baru.

Lunjar padi (Rasbora argyrotaenia) adalah nama sejenis ikan kecil anggota suku Cyprinidae anak-suku Rasborinae. Ikan ini juga dikenal dengan banyak nama lain, seperti wader pari, lunjar pari, lunjar andong (Jw.), paray (Sd.), cecereh, ikan cere (Btw.), pantao, seluang (Sum.), dan lain-lain. Pada mulanya ikan ini diberi nama Leuciscus argyrotaeniaoleh P. Bleeker pada tahun 1850. Delapan tahun kemudian dipindahkan olehnya sendiri ke dalam marga yang lain,Opsarius. Dan akhirnya pada 1860, dipindahkan lagi oleh Bleeker ke dalam marga yang baru, Rasbora. Ikan ini menyebar di pulau-pulau Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Kalimantan) dan Filipina.

Menurut Zairin (2003), ada beberapa tingkatan yang dapat dicapai manusia dalam upaya penjinakan hewan ke dalam suatu sistem budidaya. Tingkatan dimaksud, sebagaimana berlangsung pada ikan, adalah sebagai berikut:

  1. a)     Domestikasi sempurna, yaitu apabila seluruh daur hidup sudah dapat berlangsung dalam sistem budidaya. Contoh: ikan asli Indonesia gurami (Osphroneus gouramy), tawes (Puntius javanicus), kerapu, bandeng, dan kakap putih.
  2. b)    Domestikasi hampir sempurna, yaitu apabila seluruh daur hidupnya dapat berlangsung dalam sistem budidaya, tapi keberhasilannya masih rendah. Contoh: ikan asli Indonesia adalah betutu, balashark, dan arwana.
  3. c)     Domestikasi belum sempurna, yaitu apabila baru sebagian daur hidupnya dapat berlangsung dalam sistem budidaya. Contohnya: ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) dan tuna.

Tingkatan kesempurnaan domestikasi hewan umumnya, sangat ditentukan oleh pengetahuan tentang keseluruhan aspek biologi dan ekologi hewan tersebut. Perilaku satwa liar di habitat alaminya, daur hidup dan dinamika pertumbuhannya merupakan aspek biologi yang antara lain menunjang keberhasilan domestikasi.

Komentar