Pertimbangan-pertimbangan untuk Menentukan Waktu Kelulusan

dilema-di-antara-dua-pilihan-tawaran-kerja-5656eb14edc79

Memasuki masa-masa sidang skripsi dan wisuda, banyak mahasiswa yang mempertanyakan keinginannya untuk lulus 3,5 atau 4 tahun? Pertanyaan ini sulit dihindari mengingat lamanya belajar di kampus ditentukan oleh diri sendiri.

Berikut pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan apakah kita ingin lulus 3,5 atau 4 tahun? (atau lebih?)

1) Ingin memanfaatkan kesempatan yang ada selagi masih menjadi mahasiswa, ATAU ingin segera terjun langsung ke dunia kerja?

Kampus merupakan wadah untuk mengembangkan diri sebebas-bebasnya dalam hal yang positif mulai dari organisasi, kepanitiaan, hingga komunitas. Di situ kita bisa mendapatkan softskill yang diinginkan untuk mengembangkan diri sebagai bekal persiapan di dunia kerja nanti.

Namun jika sudah merasa cukup dengan kegiatan kampus atau bahkan sudah memiliki kegiatan positif lain di luar kampus yang perlu diurus, kita bisa segera meninggalkan dunia kampus dan terjun langsung ke dunia luar.

2) Sudah lelah dengan kehidupan kampus, ATAU masih ingin mengikuti ini itu hingga lulus?

Banyak yang mengeluh karena tugas dan segala hal terkait perkuliahan yang menyiksa dikarenakan daya tahan manusia terhadap sebuah beban itu berbeda-beda. Tidak sedikit juga mereka yang sangat sudah tidak tahan karena aktivitas perkuliahan, dijalani lebih lanjut semakin sulit, dan akhirnya mereka ingin segera lulus (bahkan sangat disayangkan ada yang mengundurkan diri).

Namun, keluhan tersebut ada yang membuat seseorang masih sanggup bertahan, bahkan semakin berapi-api. Mereka menjadikan keluhan itu sebagai semangat untuk bangkit lagi, sehingga ingin mengikuti kegiatan ini itu untuk meningkatkan kualitas dan menambah pengalaman agar menjadi manusia yang siap bersaing.

3) Sudah memaksimalkan seluruh SKS, ATAU hanya ingin segera mendapatkan gelar sarjana?

Bagi sebagian orang, memaksimalkan 144 SKS dengan alfabet A atau paling kecil B+ merupakan suatu hal yang mudah. Sebagian besar lainnya menganggap B sudah anugerah. Bagi yang ingin memperindah 144 SKS mereka, bisa menambah SKS lagi sesuai apa yang diinginkan atau bisa langsung memilih lulus 3,5 tahun.

Ada juga yang memang mengejar 3,5 tahun agar segera mendapatkan gelar sarjana dan berfoto memakai toga di depan Rektorat. Tidak salah, asalkan IP yang ada memuaskan diri sendiri dan orang-orang tercinta.

Intinya, lamanya perkuliahan ini diri sendiri yang menentukan, jangan pernah hanya ‘ikut-ikut’ orang. Memang, mendengar teman yang ambisius ingin lulus 3,5 tahun bisa menyebabkan ‘minder’. Mantapkan pilihan dan maksimalkan kehidupan di kampus terlebih dahulu. Jika merasa sudah cukup 3,5 tahun dan SKS telah terpenuhi bisa langsung ‘disabet’ gelarnya, jika belum jangan bersedih, yang terpenting adalah usaha.

Sumber referensi: AnakUIdotcom

Komentar



error: Konten dilindungi!