Kilas Balik dan Harapan Rektor IAIN Raden Intan Lampung Pada Dies Natalis ke-48

rektor-iain-raden-intan-prof-dr-moh-mukri-640x418

Bandar Lampung: Dengan adanya SK Menteri Agama tanggal 26 Oktober 1968 nomor 187/68 resmi berdiri “IAIN Al-Jami’ah Al-Islamiyah Al-Hukumiyah Raden Intan Lampung”. Terhitung sampai tahun 2016 IAIN Raden Intan Lampung telah memasuki usia ke 48 tahun. “IAIN sudah sampai seperti sekarang ini karena adanya capaian, adanya prestasi, juga kerja besar yang panjang. Ketika semuanya dilakukan dengan sungguh-sungguh, ghirah semangat dan tanggung jawab IAIN bisa jadi sorotan dan perbincangan banyak orang yang tentunya sangat positif.” Ujar Rektor IAIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag. saat ditemui di ruangannya. (Rabu, 9 November 2016)

Prof. Mukri melanjutkan, IAIN saat ini sudah mulai menjadi contoh. Banyak instansi yang ingin bersilaturahmi ke IAIN, melakukan studi banding, mencari tau mengapa IAIN sudah bisa seperti sekarang ini. Penilaian yang diberikan bukan hanya dari inspektorat, bahkan KPK pun menjadikan IAIN Raden Intan sebagai contoh bagaimana cara pengelolaan keuangan dan transparansi yang baik.

To be more excellent and more competitive! Kampus ini harus tumbuh tumbuh tumbuh tumbuh. Mungkin dulu kita nothing, tidak ada apa-apanya tapi sekang menjadi something jadi sesuatu yang dipertimbangkan oleh pemerintah daerah, kepolisian dan banyak pihak lainnya” tukas Prof. Mukri.

“Kita bukan hanya pandai berkarya kata tapi pandai berkarya nyata. Kita harus terus berkontribusi positif.” Sebuah pesan dari Rektor IAIN Raden Intan Lampung saat menceritakan kilas balik perjalanan IAIN Raden Intan Lampung dahulu sampai sekarang.

Sebuah pepatah Melayu beliau kutip dalam penjelasannya “Pikir pelita hati, sesat pikir binasa diri. Yang sedang kita bangun di kampus ini adalah mindset moral, kalau kita mau maju kita harus baik, tertib, hormat dan ramah pada orang lain”.

Prof. Mukri berharap, pada Dies Natalies IAIN Raden Intan Lampung ke 48 in dapat tercipta nuansa kampus yang asri, nyaman, indah, religius, adanya keberagaman yang tetap saling hormat dan ramah pada orang lain. Mahasiswa yang tekun belajar, berkehidupan saling menghargai. Budaya akademik yang selalu merasa tidak puas sehingga senantiasa mencari informasi, senantiasa meng-update dan meng-upgrade diri karena saat ini, setiap hari ilmu selalu berkembang.

“Kampus ini kalau bisa, jadi second home bagi mahasiswa, dengan mengembangkan kehidupan kampus maka sebuah keniscayaan bahwa kedepannya kampus ini jadi pusat peradaban. Saya cinta pada lembaga ini. Saya ingin mengembangkan lembaga ini. Suatu ketika saya yakin IAIN Raden Intan Lampung yang dulunya nothing, sekarang menjadi something, kedepannya menjadi everything.” Ungkap Prof. Mukri dengan penuh percaya diri.

Komentar



error: Konten dilindungi!