Minggat Mempererat Kekerabatan Antropologi Undip

maxresdefault

Assalamualaikum. Shalom. Om Swastyastu. Nammo Buddhaya. Wie De Dong Tyan.

Hai masyarakat berbudaya. Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 18 – 20 November 2016 Himpunan Mahasiswa Jurusan Antropologi Universitas Diponegoro yang bernama Kawan menyelenggarakan sebuah acara yang bernama Minggat. Apa itu Minggat?

Minggat merupakan kepanjangan dari Malam Inti Keluarga Program Studi Antropologi. Acara ini dibentuk pertama kali oleh seluruh mahasiswa Antropologi Sosial Universitas Diponegoro angkatan 2014. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk mempererat keakraban sesama mahasiswa Antropologi.

Tahun ini merupakan tahun ke-3 penyelenggaraan Minggat. Kegiatan ini diadakan di Villaqu, Bandungan, Semarang. Pesertanya sendiri adalah mahasiswa Antropolgi Sosial angkatan 2016. Acara ini diadakan selama 3 hari mulai dari hari Jumat sampai hari Minggu. Kegiatannya sangat menyenangkan dan tanpa ketegangan. Pada hari ke-2 peserta diberikan materi motivasi dan serangkaian permainan yang unik. Kemudian pada hari ke-3 peserta mengikuti outbond yang dikemas menjadi kompetisi antar kelompok makrab. Namun, yang paling berkesan adalah acara Truth Or Truth atau disingkat TOT. Dalam kegiatan tersebut peserta dikumpulkan disatu ruangan yang minim pencahayaan. Disana peserta hanya ditinggali 2 fasilitator guna mengawasi peserta. Lalu, peserta diberikan waktu untuk mengutarakan isi hati, keluh kesah dan kerisauan selama 1 semester bersama keluarga Antropologi Sosial Undip 2016 ini.

Lalu pada minggu siang, para peserta mulai mengemasi barang-barang mereka dan berkumpul di aula untuk mengikuti acara penyerahan tanggung jawab kepanitian Minggat dari pelaksana kepada peserta untuk meneruskan kegiatan tersebut kepada angkatan yang ada di bawahnya (angkatan selanjutnya). Kemudian pada pukul 15.00 peserta berangkat menuju kampus Undip dengan menaiki bis.

Minggat merupakan sebuah kebudayaan di Antropologi Undip. Acara tersebut merupakan cara kami untuk mengakrabkan sesama mahasiswa Antropologi di seluruh angkatannya. Hal ini penting untuk menghilangkan jarak emosi dan kelas sosial antara satu dengan yang lainnya. – Adhi Dodot ( Antropologi Undip angkatan 2015 )

 

Komentar



Leave a Reply

error: Konten dilindungi!