Beberapa Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Mudah Percaya Terhadap Broadcast yang Mengatasnamakan Pimpinan Universitas

android-telah-di-hack-banner

Baru-baru ini di beberapa universitas marak berita mengenai broadcast messages yang mengatasnamakan pimpinan universitas, baik itu rektor, wakil rektor, direktur administrasi universitas, bahkan sampai dekan. Hal ini menimbulkan keresahan warga universitas dan mulai menimbulkan banyak pertanyaan sehingga menyebar ke seluruh media sosial dan akhirnya banyak orang yang mengetahui hal tersebut.

Sebelumnya, kita harus mengetahui seperti apa model pesan yang dikirimkan penipu kepada target:

“Saya X selaku Rektor Universitas ABC bersama Y (Dekan Fakultas XYZ), anak Anda diundang oleh Dikti untuk mengikuti pelatihan penulisan ilmiah di Bukittinggi tanggal 10 Januari hingga 13 Januari 2017 mendatang. Uang sebesar 10 juta akan ditransfer ke rekening anak Anda namun perlu 3 juta untuk mencairkannya.”

Sekilas mungkin kita akan merasa takjub dan berharga karena dikirimi pesan oleh seorang pimpinan universitas, tapi jangan lengah sehingga langsung saja menuruti perintah si pengirim pesan.

Berikut beberapa alasan mengapa kita tidak boleh mudah mempercayai pesan dan bagaimana jika pesan tersebut asli dari pimpinan?

1) Universitas Pasti Memiliki Alamat E-mail

sms-penipuan

Sumber : pgsd.uad.ac.id

Secara logika, pesan profesional dan resmi yang biasa dikirimkan oleh pimpinan universitas adalah yang disampaikan melalui surat dan pernyataan resmi. Sekalipun tidak diberi surat fisik, setidaknya kita mendapatkan informasi dari e-mail dan website universitas.

2) Sangat Mendadak

penipuan

Sumber : pasca.unisba.ac.id

Seperti contoh di atas, si penipu biasanya meminta uang untuk mencairkan dana dalam waktu cepat, dengan harapan kita percaya dan kita juga sudah sangat berharap untuk ikut serta dalam acara yang diinfokan. Jika sudah seperti ini, kita akan transfer uangnya, lalu si penipu pun akan kabur.

3) Perhatikan Gaya Bicara

13922686861881240246

Sumber : www.kompasiana.com

Seseorang yang profesional pasti juga memiliki gaya bahasa atau pengetikan yang baik. Jika kita merasa janggal dengan gaya bahasa si pengirim pesan, kita berhak untuk curiga.

4) Jika Masih Penasaran, Temui yang Bersangkutan

Cara yang paling mudah adalah temui dekan fakultas secara baik-baik, lalu bertanya kepada beliau apakah broadcast tersebut benar adanya atau tidak.

Problem solved.

Selain itu, kita juga bisa menghubungi kantor humas universitas dan atau menghubungi layanan informasi via email maupun website jika mendapatkan broadcast serupa untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan.

Semoga membantu!

Sumber referensi: AnakUIdotcom

Komentar