10 November, ITS Pelopori Kemaritiman Indonesia

institut_teknologi_sepuluh_nopember_mojok

Sepuluh November nampaknya merupakan hari sakral bagi sejuta umat. Bukan hanya hari pahlawan atau dies natalis kampus perjuangan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Salah satu departemen tertua di ITS turut melaksanakan miladnya. Di bidangnya, departemen yang dibentuk atas titah langsung Presiden Soekarno ini juga yang paling sepuh di Indonesia.

Kondisi saat ia dilahirkan jauh dari keadaannya sekarang. Ia terbentuk tanpa sentuhan tangan dingin orang-orang ahli di bidangnya. Kala itu, tak ada satu pun sarjana di Indonesia yang pernah belajar tentangnya. Ia berdiri bermodalkan niat kuat para pendiri serta visi presiden pertama Indonesia akan kemaritiman.

Dua puluh tiga tahun kemudian, ia berhasil mengepakkan sayap, mendirikan dua departemen yang kini bernaung bersamanya di bawah Fakultas Teknologi Kelautan. Dan hampir tiga dekade setelahnya, ia menambah lagi anggota fakultasnya.` Ya, departemen yang genap berusia 56 tahun ini ialah Teknik Perkapalan (Tekpal).

Setengah abad berkelana mewarnai pendidikan kelautan di Indonesia, Tekpal menghasilkan wisudawan-wisudawan yang moncer di bidangnya. Beberapa di antaranya adalah Prof Ir Soegiono yang merupakan rektor ITS periode 1995 hingga 2003, Direktur Utama PT PAL Muhammad Firmansyah Arifin, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Prof Ir Raden Sjarief Widjaja PhD.

Tak berhenti di situ, Tekpal juga berkontribusi pada masyarakat maupun industri melalui pengabdian masyarakat. Yang paling baru, departemen yang dinakhodai oleh Ir Wasis Dwi Aryawan MSc PhD itu memberi pelatihan membuat kapal baja untuk masyarakat di Bojonegoro. Sedangkan pada sektor industri, mereka banyak membantu perusahaan-perusahaan yang kapalnya bermasalah maupun mereka yang ingin berinovasi tentang kapal.

Ditemui di tengah peringatan dies natalis Tekpal, Wasis mengatakan bahwa jurusannya memang sering menjadi referensi industri terkait kapal. “Ilmu yang dibagikan kepada masyarakat tidak selalu berbentuk jurnal, melainkan sesuatu yang sesuai dengan kompetensi kita. Dalam hal ini, sudah banyak masyarakat yang datang ke Tekpal untuk berkonsultasi tentang perkapalan. Kalau ada urusan kapal, pasti datangnya ke sini. Pasti,” tegasnya.

Laki-laki lulusan University of Newcastle ini kemudian bercerita tentang perkembangan Tekpal sejak didirikan. “Sekarang masa studi mahasiswa Tekpal lebih cepat. Yang lulus dengan predikat memuaskan pun mulai banyak,” akunya diiyakan Ir Hesty Anita Kurniawati MSc yang juga merupakan istrinya. Ya, sejak dahulu Tekpal dikenal sebagai salah satu departemen yang banyak mengoleksi mahasiswa angkatan lama.

Menjadi salah satu jurusan tertua di ITS, Wasis mengatakan pihaknya harus mampu memberi referensi kepada jurusan lain demi kebaikan bersama. “Tekpal selalu menenakankan mahasiswa untuk berwawasan global atau berpikir secara internal,” ungkapnya saat ditanya kelebihan Tekpal dibanding jurusan lain.

Menutup wawancara, ia berjanji akan mengadakan peringatan hari jadi Tekpal dengan lebih meriah di tahun depan. “Sebelumnya, ulang tahun Tekpal tak pernah dirayakan. Pada perayaan selanjutnya, kami akan melibatkan alumni. Kami juga akan terus berbenah agar jurusan ini dikenang siapapun,” pungkasnya.

Komentar