Kisah Nurlaili Fajriyah Kuliah di Carnegie Mellon University

kuliah-di-carnegie-mellon-university

Mau kuliah dengan beasiswa LPDP?

Jika iya, kamu harus tahu kisah Nurlaili Fajriyah, yang pernah gagal mendapatkan beasiswa LPDP, namun akhirnya bisa kuliah di Carnegie Mellon University, Amerika Serikat.

Cerita kegagalan kok dibaca?

Justru dari kegagalan itulah, segala macam trik dan informasi tak tertulis untuk memperoleh beasiswa bisa kita dapatkan.

Bagaimana cara mendapatkan beasiswa kuliah di Carnegie Mellon University? Simak hasil wawancara Tim Editor KampusUNJ.com dengan Nurlaili Fajriyah berikut ini :

1. Boleh perkenalkan diri dan pendidikan yang kamu ikuti saat ini?

Halo, nama saya Nurlaili Fajriyah. Saat ini saya sedang mengambil program master di bidang Information System and Management di Carnegie Mellon University (CMU), Amerika Serikat.

Sebelumnya, saya kuliah S1 jurusan Sistem Informasi di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, angkatan 2010.

 

2. Kenapa memilih kuliah di Amerika Serikat?

Alasan saya memilih kuliah di Amerika Serikat karena saya tertarik dengan kurikulum yang ditawarkan oleh program yang saya ambil saat ini. Sejauh ini, saya tidak menemukan universitas di negara lain yang menawarkan kurikulum seperti di CMU.

Selain itu, program tersebut juga mewajibkan mahasiswanya melakukan internship. Menurut saya, ini kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan pengalaman yang luar biasa, mengingat Amerika Serikat merupakan pusat industri teknologi di dunia.

 

3. Bagaimana caramu memilih universitas di Amerika Serikat?

Sebelum melanjutkan jenjang pendidikan S2, saya telah bekerja di sebuah perusahaan teknologi di Jakarta sebagai Business Analyst. Dari sana, saya menemukan bidang yang ingin saya tekuni dan pelajari lebih jauh, yaitu terkait Information System atau Information Technology.

Saya melakukan riset di internet, mencari tahu universitas terbaik di bidang ini. Lalu saya menemukan bahwa CMU masuk ke dalam 4 urutan teratas. Selanjutnya, saya mencari tahu tentang program kuliahnya, kurikulum, dan mata kuliah yang ditawarkan.

Pada akhirnya, saya memutuskan memilih CMU karena kurikulumnya paling sesuai dengan kebutuhan dan minat saya. Selain itu, program di universitas ini juga menawarkan banyak mata kuliah menarik yang jarang saya temukan di universitas lainnya.

 

4. Beasiswa apa yang kamu terima dan bagaimana cara mendapatkannya?

Saya menerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan. Proses mendapatkan beasiswa LPDP sama seperti beasiswa S2 lainnya. Saya mendaftar secara online di beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id dan mengikuti setiap tahapan seleksi, mulai dari tes tertulis sampai tahap wawancara.

Saya butuh sampai dua kali ikut seleksi, hingga akhirnya lolos menjadi penerima beasiswa. LPDP memiliki peraturan bahwa setiap orang hanya bisa mendaftar dan mengikuti seleksinya sebanyak dua kali. Bila sudah gagal dua kali, maka tidak boleh lagi mendaftar beasiswa ini lagi, jadi kita harus menggunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

 

5. Apa hal tersulit untuk mendapatkan beasiswa LPDP?

Bagian tersulit menurut saya ada pada tahap wawancara. Pada kesempatan pertama, saya gagal karena merasa tidak maksimal dalam mengeksplor jawaban saya, sehingga kurang bisa meyakinkan pewawancara. Tahap wawancara cukup membingungkan, karena saya tidak tahu jawaban seperti apa yang diharapkan oleh pewawancara.

Selain itu, persiapan sebelum mendaftar LPDP juga cukup menyita banyak waktu dan tenaga. Apalagi, saat itu saya masih bekerja secara full-time. Saya harus meluangkan waktu untuk menyiapkan segala dokumen yang diperlukan, melakukan tes kesehatan, membuat essay, serta mengikuti ujian bahasa.

 

6. Apakah beasiswa LPDP sudah mencakup biaya hidup?

Beasiswa LPDP memberikan biaya hidup per bulan kepada penerimanya. Besaran biaya hidup disesuaikan dengan kebutuhan hidup di setiap kota dan universitas tempat studi.

 

7. Bagaimana kondisi perkuliahan di Carnegie Mellon University?

Kondisi perkuliahan di CMU sangat baik dan mendukung studi saya.

Lingkungan di sekitar Carnegie Mellon University.

Lingkungan di sekitar Carnegie Mellon University.

CMU memiliki tenaga pengajar yang sudah berpengalaman di bidangnya, baik itu secara akademik maupun industri. Hal ini sangat membantu proses belajar saya karena mereka tahu benar bagaimana cara mengimplementasikan teori yang biasa diajarkan di kelas.

Selain teori, para dosen juga mengajarkan konsep secara menyeluruh, sehingga mahasiswa lebih mudah memahaminya.

Yang paling menarik adalah adanya Career and Professional Development Center (CPDC). Menurut saya, ini adalah bukti bahwa CMU serius dalam menyiapkan karir mahasiswanya; mulai dari internship sampai mendapatkan full-time job setelah lulus. CPDC ini juga memiliki hubungan baik dengan banyak perusahaan ternama di dunia.

Salah satu gedung kuliah di Carnegie Mellon University.

Salah satu gedung kuliah di Carnegie Mellon University.

CPDC dapat membantu mahasiswa mencari pekerjaan yang diinginkan. Bahkan, mereka juga bisa membantu memberikan saran dan masukan pada berkas lamaran pekerjaan milik mahasiswa. Para mahasiswa juga bisa melakukan latihan wawancara dan mendapatkan feedback yang bermanfaat dari staff disana, sehingga mahasiswa dapat lebih siap dalam menghadapi proses seleksi dan interview yang sesungguhnya di perusahaan.

 

8. Apa tantangan terbesar kuliah di Carnegie Mellon University?

Tantangan terbesar bagi saya adalah bahasa. Di sini, saya harus terbiasa menggunakan bahasa Inggris baik dalam perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari. Selain itu, karena padatnya kurikulum yang ada, setiap minggu hampir semua mata kuliah memberikan tugas yang membuat saya harus pandai mengatur waktu.

Nurlaili Fajriyah, penerima beasiswa LPDP di Amerika Serikat.

Nurlaili Fajriyah, penerima beasiswa LPDP di Amerika Serikat.

Namun, hal yang unik di kampus ini, pihak universitas menyadari beban kuliah di CMU cukup berat. Jadi, mereka memberikan fasilitas untuk mahasiswa seperti counseling service dan juga acara-acara seperti De-stress Lunch, Time Management, Happy Hours, dan lain-lain.

 

9. Apa perbedaan tinggal di Indonesia dan di Amerika Serikat?

Saya tinggal di Pittsburgh, salah satu kota di negara bagian Pennsylvania. Walaupun kotanya tidak terlalu besar, tapi sangat nyaman untuk ditinggali. Bahkan, menurut beberapa sumber, Pittsburgh termasuk salah satu kota ternyaman untuk ditinggali di Amerika Serikat.

Di Pittsburgh, semuanya lebih teratur jika dibandingkan dengan di Indonesia. Yang membuat saya senang tinggal di sini adalah udaranya masih bersih. Saya merasa lebih sehat selama tinggal di Pittsburgh.

 

10. Punya tips untuk mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di Amerika Serikat?

Jika sudah menemukan universitas tujuan untuk melanjutkan studi, jangan ragu untuk mendaftar.

Tak perlu merasa takut, meskipun universitas yang diinginkan itu masuk ke dalam universitas terbaik di dunia. Kebanyakan orang merasa ragu dan akhirnya batal mendaftar ke universitas yang diimpikan karena merasa takut. Padahal bisa saja sebenarnya dia memiliki kemampuan untuk masuk ke universitas tersebut dan diterima jika mau mencoba. Tidak ada salahnya mencoba mendaftar ke universitas yang kita impikan. Untuk berjaga-jaga, kita juga bisa mendaftar ke beberapa universitas lain sebagai cadangan.

Yang tak kalah penting adalah yakin, berusaha, berdoa, dan jangan pernah menyerah.

Proses yang harus ditempuh untuk kuliah di luar negeri memang tidak mudah. Rangkaian persiapannya memang panjang dan melelahkan, mulai dari ujian bahasa, mencari surat rekomendasi, menulis essay, sampai mencari beasiswa kuliah.

Jangan langsung menyerah saat menemui kegagalan.

Saya sendiri harus mengikuti ujian bahasa sampai tiga kali dan dua kali mengikuti seleksi sebelum akhirnya lolos mendapatkan beasiswa LPDP. Bahkan, di luar sana, mungkin ada yang mengalami kegagalan lebih banyak dari saya sebelum berhasil mendapatkan universitas dan beasiswa yang diimpikan.

Intinya adalah tetap semangat dan terus berdoa.

Pasti akan ada bayaran yang setimpal dari semua kerja keras yang telah kita lakukan.

Sumber : kampusunj.com

Komentar



error: Konten dilindungi!