Cara Menulis Esai tentang Kisah Hidup

ingin-lebih-bahagia-cobalah-untuk-menulis-buku-harian

Esai kisah hidup adalah cerita perjalanan hidup dalam format nonfiksi pendek. Jenis esai seperti ini juga disebut esai autobiografi. Dalam esai kisah hidup, Anda akan menyampaikan kisah faktual tentang beberapa elemen hidup Anda, dengan tujuan untuk memperoleh beasiswa di perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri, atau untuk tugas sekolah.

Bagian 1 dari 3: Mempersiapkan Penulisan Esai

Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 1

  1. Tentukan tujuan esai Anda. Esai autobiografi, yang disebut juga sebagai esai naratif pribadi, harus menceritakan tentang kehidupan, kepribadian, nilai-nilai, dan tujuan Anda kepada para pembaca. Esai harus menceritakan hal-hal apa saja Anda anggap penting, apa nilai-nilai yang Anda anut, dan pengalaman yang memengaruhi cara Anda menjalani kehidupan.

    • Jika esai pribadi yang Anda tulis digunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi, esai tersebut harus menjelaskan kepada komite penerimaan tentang siapa diri Anda, lebih mendetail dari informasi mendasar yang ada di berkas aplikasi. Transkrip nilai, surat rekomendasi, dan resume pribadi akan memberi gambaran tentang pengalaman kerja, minat, dan prestasi akademis Anda. Esai akan menjadikan aplikasi Anda unik dan berbeda, melalui kisah hidup yang Anda ceritakan di dalamnya.
    • Esai juga akan menunjukkan kemampuan Anda menulis dan menyusun esai kepada komite penerimaan. Selain itu, esai juga memperlihatkan bahwa Anda dapat menciptakan karya tulis bermakna yang menarik pembaca, menyampaikan pesan yang unik dan alur yang mengalir.
    • Jika Anda menulis kisah hidup untuk tugas sekolah spesifik seperti pelajaran komposisi, tanyakan kepada guru Anda mengenai apa yang diminta dari tugas tersebut.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 2

    2. Buatlah garis waktu perjalanan hidup Anda. Menulis kisah hidup dalam urutan kronologis dapat menjadi sarana yang baik untuk mencari inspirasi dan membantu menyoroti momen-momen penting di dalam hidup Anda.

    • Sertakan peristiwa-peristiwa penting, seperti momen kelahiran Anda, masa kecil dan pengasuhan Anda, serta masa remaja. Jika peristiwa lain yang terjadi dalam keluarga, seperti kelahiran, kematian, pernikahan, penting untuk kisah Anda, tuliskan juga informasi tersebut.
    • Berfokuslah pada pengalaman yang berpengaruh besar pada diri Anda dan tidak bisa Anda lupakan. Mungkin ketika Anda mendapatkan pelajaran berharga tentang kehidupan, seperti gagal dalam suatu tes penting atau menyaksikan perjuangan dan kesuksesan seseorang, atau saat-saat Anda mengalami perasaan dan emosi yang intens, seperti kesedihan karena meninggalnya orang tercinta atau gembira karena keberhasilan seseorang.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 3

    3. Carilah tema-tema dalam kisah hidup Anda. Setelah menulis semua fakta tentang hidup Anda, pikirkan pengalaman yang memuat tema tertentu. Tema esai harus menjadi ide utama yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. Tema harus terjalin di sepanjang esai dan menjadi dasar esai secara keseluruhan. Pikirkan jawaban dari pertanyaan berikut:

    • Apakah Anda pernah menghadapi tantangan dalam hidup yang sekarang berhasil Anda atasi, misalnya persoalan keluarga, masalah kesehatan, ketidakmampuan belajar, atau tuntutan akademis?
    • Apakah ada yang dapat Anda ceritakan tentang latar belakang budaya, etnis, atau tradisi keluarga Anda?
    • Apakah Anda pernah mengalami kegagalan atau rintangan dalam hidup?
    • Apakah Anda mempunyai kecintaan atau hobi yang unik?
    • Apakah Anda pernah bepergian di luar komunitas, ke luar negeri, kota, atau daerah Anda? Pengalaman apa yang Anda dapatkan dan bagaimana Anda menerapkan hasil pemelajaran tersebut pada saat kuliah?
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 4

    4. Tinjaulah resume pribadi Anda. Cara lain untuk menemukan peristiwa atau pengalaman penting dalam hidup adalah dengan meninjau kembali resume pribadi atau CV Anda. Periksa kembali riwayat pendidikan dan pekerjaan Anda, serta prestasi yang Anda raih atau penghargaan khusus yang Anda terima.

    • Cobalah mengingat prestasi apa saja yang pernah Anda raih dengan meninjau resume pribadi. Pikirkan penghargaan atau pengalaman apa yang ingin Anda soroti di dalam esai. Contohnya, menjelaskan cerita di balik prestasi Anda semasa SMA, atau upaya keras Anda sampai bisa diterima magang dalam program yang bergengsi.
    • Ingatlah bahwa fungsi resume pribadi atau CV adalah untuk mencantumkan prestasi dan penghargaan, jadi esai kisah hidup bukan untuk mengulang informasi tersebut. Sebaliknya, gunakan esai sebagai titik tolak untuk menjelaskan proses di baliknya, atau apa yang dicerminkan (atau tidak dicerminkan) tentang diri Anda sebagai pribadi.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 5

    5. Bacalah beberapa contoh esai yang bagus. Jika ada teman-teman Anda yang sudah diterima di perguruan tinggi bergengsi, tanyakan apakah Anda boleh membaca esai kisah hidup mereka. Bicaralah juga dengan guru atau dosen pembimbing, karena biasanya mereka memiliki contoh yang dapat Anda lihat atau panduan instruktif yang menyertakan contoh.

    • Jika Anda tertarik membaca contoh esai kisah hidup para pelajar SMA di Amerika, New York Times mempublikasikan beberapa esai kisah hidup SMA paling gemilang setiap tahunnya. Anda dapat membacanya di situs web NYT.

Bagian 2 dari 3: Menulis Esai

Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 6

  1. Susun esai Anda berdasarkan pengalaman penting atau tema utama. Pilihlah satu tema utama sebagai fokus esai Anda. Pikirkan pengalaman Anda yang memuat tema tertentu, lalu hubungkan dengan program atau posisi yang ingin Anda dapatkan dengan esai tersebut.

    • Contohnya, Anda dapat menceritakan masa kecil Anda di panti asuhan atau pada saat Anda pertama kali diterima bekerja. Jelaskan bagaimana Anda menghadapi situasi tersebut dan pelajaran hidup apa yang Anda petik. Cobalah menghubungkan pengalaman tersebut dengan diri Anda sekarang atau cita-cita Anda di kemudian hari.
    • Misalnya, masa kecil di panti asuhan mengajarkan Anda tentang ketangguhan, kegigihan, dan rasa ingin tahu tentang kehidupan dan keseharian keluarga. Kisah ini dapat dikaitkan dengan aplikasi Anda untuk program jurnalisme, karena pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Anda memiliki kegigihan dan keinginan untuk menginvestigasi pengalaman atau kisah orang lain.
    • Demikian pula, waktu yang Anda habiskan bersama ibu Anda di dapur memasak hidangan dan resep keluarga dapat dikaitkan dengan minat Anda untuk menghadirkan kembali dan melestarikan sejarah masa lampau melalui program arkeologi.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 7

    2. Hindari tema-tema yang familier. Cara terbaik agar esai Anda menarik adalah dengan menuliskan kisah yang otentik dan jujur. Banyak pelamar yang tidak memiliki kisah hebat untuk diceritakan, tetapi mereka tetap berhasil diterima karena tulisan tentang kejadian sehari-hari yang berarti bagi mereka.

    • Ada beberapa esai kisah hidup yang sudah dianggap klise dan familier oleh komite penerimaan. Hindari kisah tentang cedera olahraga, seperti cerita ketika pergelangan kaki Anda cedera dalam pertandingan dan Anda harus mencari cara untuk bertahan. Anda juga harus menghindari kisah perjalanan ke negara miskin sebagai dasar alasan transformasi diri. Kisah-kisah seperti itu adalah tema familier yang menurut banyak komite penerimaan klise dan tidak unik atau tidak autentik.
    • Topik klise dan umum lainnya yang harus dihindari adalah liburan, “kesusahan” sebagai tema yang tidak dikembangkan, atau “perjalanan”.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 8

    3. Kajilah pernyataan tesis Anda. Pernyataan tesis berfungsi menyampaikan poin atau argumen yang akan Anda tuliskan kepada pembaca, termasuk tema esai. Pernyataan tesis akan menjadi petunjuk tulisan Anda dan harus dapat menjawab pertanyaan, “Apa isi esai ini?” Pernyataan tesis harus menunjukkan bahwa Anda sudah memikirkan pengalaman apa yang ingin diceritakan dan menarik kesimpulan setelah melalui perenungan.

    • Usahakan menggunakan frasa yang menunjukkan apa yang telah Anda pelajari. Contohnya, “Meskipun hidup di panti asuhan dalam lingkungan yang bermasalah sangat sulit dan penuh perjuangan, namun situasi tersebut mengajarkan saya bahwa terlepas dari tempat saya dibesarkan atau latar belakang saya, saya bisa berhasil melebihi harapan banyak orang melalui kerja keras, ketekunan, dan pendidikan.”
    • Anda juga dapat menggunakan frasa yang menyatakan pelajaran yang belum Anda peroleh atau yang ingin Anda pelajari melalui program yang ingin Anda ikuti. Contohnya, “Tumbuh besar dengan dikelilingi makanan tradisional ibu saya dan budaya yang telah turun-temurun dilestarikan dalam keluarga membuat saya sadar bahwa saya ingin mencari dan melestarikan tradisi budaya kuno yang lain dengan karier di bidang arkeologi.”
    • Kedua pernyataan tesis di atas bagus karena menyampaikan pada pembaca apa isi esai Anda dalam detail yang jelas.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 9

    4. Mulailah dengan pembukaan yang memikat. Awali esai Anda dengan kata-kata yang akan memancing pembaca untuk melanjutkan, seperti anekdot atau fakta menarik yang berhubungan dengan pengalaman Anda.

    • Anekdot adalah cerita sangat singkat yang mengandung pesan moral atau simbolis. Anekdot dapat dimanfaatkan sebagai cara yang puitis atau pengantar yang kuat untuk memulai esai dan menarik minat pembaca saat itu juga. Anda dapat memulai dengan langsung menceritakan kembali pengalaman penting dari masa lalu atau pada saat Anda menyadari suatu pelajaran hidup.
    • Misalnya, Anda dapat memulai dengan memori yang masih jelas, seperti esai berikut yang mengantarkan penulisnya ke Harvard Business School: “Pertama kali saya mempertimbangkan untuk mendaftar di Berry College adalah ketika sedang bergelantungan di pohon pinus Georgia setinggi lima puluh kaki, berusaha menyemangati teman sekelas saya di SMA, secara harfiah, untuk melakukan lompatan keyakinan.” Pembukaan ini memberikan gambaran mental yang jelas tentang apa yang dilakukan penulis pada momen spesifik dan krusial pada saat itu dan memulai tema “lompatan keyakinan” yang diuraikan di sepanjang esai.
    • Contoh esai bagus lain yang menyampaikan keadaan emosional penulisnya dengan jelas dari momen pembuka: “Melalui mata seorang anak berusia tujuh tahun, saya menyaksikan dalam teror ketika ibu saya meringis kesakitan. Esai ini, yang ditulis seorang mahasiswa kedokteran, menceritakan tentang pengalaman menyaksikan kelahiran adik laki-lakinya dan bagaimana pengalaman itu membentuk keinginannya menjadi spesialis kandungan. Kalimat pembuka menggambarkan suatu adegan dan secara langsung menyampaikan apa yang dirasakan penulis selama pengalaman penting tersebut. Kalimat pembuka ini juga berlawanan dengan prediksi pembaca, karena diawali dengan kesakitan tetapi berakhir dengan suka cita kelahiran adiknya.
    • Hindari kutipan. Kutipan adalah cara mengawali esai yang sangat klise dan dapat dengan segera menghilangkan minat pembaca. Jika Anda memang harus menggunakan kutipan, hindari kutipan umum seperti “Kembangkan sayapmu dan terbanglah” atau “Tidak ada anggota tim yang dipuji karena individualitasnya”. Pilihlah kutipan yang terkait langsung dengan pengalaman Anda atau tema esai Anda. Kutipan dapat diambil dari puisi atau karya tulis yang berbicara pada Anda, menggerakkan Anda, atau membantu Anda selama masa-masa sulit.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 10

    5. Munculkan kepribadian dan suara Anda. Meskipun esai harus ditulis dengan gaya profesional dan dalam nada yang tidak terlalu santai, namun kepribadian Anda harus tercermin di dalamnya. Esai adalah kesempatan untuk mengekspresikan cara pandang Anda yang unik kepada pembaca dan membuat mereka mengenal siapa Anda.

    • Selalu gunakan sudut pandang orang pertama dalam esai pribadi. Esai harus ditulis oleh Anda sendiri dan menceritakan pengalaman hidup Anda secara langsung, dengan menggunakan pernyataan “saya”.
    • Contohnya, hindari tulisan seperti ini, “Saya tumbuh melalui masa-masa yang sulit. Pada saat itu, saya berada dalam situasi yang buruk”. Anda dapat mengembangkan lagi kalimat tersebut agar lebih berbobot tetapi tetap dengan nada dan pesan yang sama. “Ketika tumbuh besar di panti asuhan, saya mengalami kesulitan menjalin hubungan dengan pengasuh dan teman-teman. Pada waktu itu saya berpikir bahwa saya berada dalam situasi yang buruk dan saya tidak akan dapat membebaskan diri dari sana.”
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 11

    6. Gunakan detail jelas. Salah satu kesalahan terbesar yang dibuat penulis ketika menuliskan kisah hidup mereka adalah lupa bahwa pembaca tidak ada di sanamengalami hal itu bersamanya. Berikan sebanyak mungkin detail sensoris dan informasi kontekstual sehingga mereka dapat memahami seperti apa hidup Anda dan bagaimana kehidupan itu membentuk diri Anda.

    • Contoh, pertimbangkan pernyataan ini: “Aku adalah pendebat yang baik. Aku sangat termotivasi dan menjadi pemimpin kuat semasa SMA.” Kalimat ini hampir tidak memberikan detail, dan tidak menyampaikan informasi unik atau pribadi yang akan membedakan Anda dari sepuluh juta esai lain yang harus disaring pembaca.
    • Sebaliknya, pertimbangkan tulisan berikut: “Ibu saya berkata bahwa saya lantang. Menurut saya kita harus bicara agar didengar. Sebagai presiden tim debat SMA selama tiga tahun terakhir, saya belajar menunjukkan keberanian walaupun di saat jantung saya seakan melompat ke tenggorokan. Saya belajar mempertimbangkan pandangan orang yang berbeda dari saya, dan mendebatnya ketika saya sangat tidak setuju. Saya belajar memimpin tim untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. Dan, yang terpenting bagi seorang gadis yang tadinya pemalu, saya menemukan suara saya.” Contoh ini menunjukkan kepribadian, menggunakan struktur paralel untuk memengaruhi, dan memberikan detail konkret tentang apa yang telah dipelajari penulis dari pengalamannya sebagai pendebat.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 12

    7. Gunakan kalimat aktif. Hindari kalimat pasif atau kalimat bernada lemah. Gunakan kata kerja aktif dan tunjukkan bila memungkinkan. Anda hanya boleh menggunakan kalimat bercerita, misalnya, “Saya sedang berada di ruang bawang tanah ketika hal itu terjadi,” ketika Anda meringkas sebuah pengalaman.

    • Contoh kalimat pasif adalah: “Kue dimakan anjing.” Subjek dalam kalimat ini (si anjing) bukan berada di posisi subjek (pertama) dan tidak “melakukan” tindakan. Ini membingungkan dan tidak jelas.
    • Contoh kalimat aktif adalah: “Anjing memakan kue.” Subjek dalam kalimat ini (si anjing) ada di posisi subjek (pertama), dan melakukan tindakan. Kalimat ini lebih jelas bagi pembaca dan lebih mempunyai kekuatan.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 13

    8. Terapkan pendekatan Masuk, Melalui, dan Melampaui. Taktik ini akan membantu Anda mengembangkan esai sehingga mengalir dengan lancar dari bagian ke bagian, atau dari paragraf ke paragraf.

    • Ajak pembaca untuk MASUK ke dalam kisah Anda dengan awal yang menarik, misalnya dengan anekdot atau kutipan.
    • Giring pembaca MELALUI kisah Anda dengan menyampaikan konteks dan bagian-bagian penting dari pengalaman Anda.
    • Akhiri dengan pesan yang MELAMPAUI pengalaman Anda dengan menceritakan bagaimana pengalaman tersebut membentuk diri Anda sekarang dan diri yang Anda inginkan ketika kuliah dan setelah lulus.

Bagian 3 dari 3: Mengedit Esai

Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 14

  1. Sisihkan draf pertama esai Anda selama beberapa hari. Setelah menyelesaikan draf awal, simpan untuk sementara waktu untuk menciptakan jarak dan mendapatkan pandangan baru. Cara ini membantu karena saat kembali membuka esai tersebut, Anda akan membacanya dengan mata kritis. Dengan cara ini Anda juga menempatkan diri di posisi pembaca.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 15

    2. Bacalah esai Anda dengan suara keras. Berfokuslah pada setiap kalimat untuk memastikan apakah ada kata-kata yang tidak perlu, basi, atau dangkal. Carilah kalimat yang berputar-putar atau membingungkan, dan tandai untuk diedit kemudian. Jangan memulai setiap kalimat dengan kata “saya” dan pastikan Anda menyusun kalimat yang bervariasi di sepanjang esai.

    • Contoh, pikirkan kalimat berikut: “Saya mengalami kesulitan selama tahun pertama kuliah, merasa kewalahan dengan berbagai pengalaman baru dan orang-orang baru.” Kalimat tersebut tidak punya cukup kekuatan dan menyatakan sesuatu yang tidak perlu diperjelas dan tidak membuat Anda terlihat unik atau istimewa. Ada banyak orang yang mengalami kesulitan dan merasa kewalahan selama tahun pertama kuliah. Ubah kalimat ini hingga dapat memperlihatkan keunikan Anda.
    • Contoh lain, perhatikan kalimat berikut: “Selama tahun pertama kuliah, saya kesulitan memenuhi tenggat dan menyelesaikan tugas-tugas. Kehidupan saya ketika masih di rumah tidak terlalu teratur atau ketat, jadi saya harus belajar mendisiplinkan diri dan menghargai jadwal.” Kalimat tersebut mengaitkan kesulitan Anda dengan sesuatu yang bersifat pribadi dan menjelaskan apa yang Anda pelajari dari kesulitan itu.
    Gambar berjudul Write a Life Story Essay Step 16

    3. Koreksi esai Anda. Berfokuslah pada kesalahan eja, tata bahasa, dan tanda baca. Bacalah esai dari belakang sehingga Anda hanya memperhatikan kata-kata saja, bukan arti kalimatnya.

    • Mengoreksi pekerjaan sendiri terkadang lebih sulit, jadi mintalah bantuan guru, mentor, anggota keluarga, atau teman untuk membaca esai Anda. Mereka dapat menjadi pembaca pertama dan merespons kesalahan yang ada, serta menilai esai secara keseluruhan.

Sumber : id.wikihow.com

Komentar



error: Konten dilindungi!