5 Tips Mendapatkan Beaiswa

persiapan-awal-mendapatkan-beasiswa

Untuk menjadi insan yang terbaik, sering kita mencari peluang-peluang agar bisa lebih maju. Berupaya untuk selangkah atau bahkan lima langkah lebih maju dari orang-orang terdekat kita. Bersaing dalam hal kebaikan tentu saja sangat baik dan sah-sah saja. Justru itu akan memberikan motivasi maju satu sama lain. Nah, sekarang untuk bisa menjadi insan yang terbaik itu sendiri tentu yang berilmu.

Sebaik-baiknya manusia yang tinggi derajatnya ialah yang berilmu. Meski belajar tidaklah mudah. Namun, karena pendidikan memberikan jaminan yang lebih baik. Maka tidak heran banyak orang rela berbondong-bondong untuk masuk ke universitas, institusi, ataupun akademi terbaik. Di samping itu, banyak pula beasiswa yang ditawarkan untuk memperoleh pendidikan gratis dengan fasilitas yang sama.

Sekarang sudah banyak beasiswa yang ditawarkan setiap institusi pendidikan. Tinggal kita saja mau untuk mencari informasi atau tidak. Mau sedikit berusaha lebih keras dibanding yang lain untuk mendaftar beasiswa dan mengikuti seleksinya atau tidak.

Beasiswa membantu calon mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi (bamasta.net)

Nah, melalui tips-tips yang ada dibawah ini semoga bisa memberikan motivasi untuk tetap mau mencari beasiswa ya! Bagaimana tidak? Beasiswa itu seolah sudah bertebaran dimana-mana, tinggal kita saja mau untuk berusaha mencari atau tidak

 

1. Teguhkan niat

Niat itu terkesan remeh tapi sebenarnya sangat penting. Mengapa? Niat itu mempengaruhi keteguhan kita untuk mengejar beasiswa itu sendiri. Untuk memperoleh beasiswa tidak sekali mencoba dan langsung diterima. Tentu saja tidak. Niat ini yang bisa menembus rasa ingin menyerah atau mundur padahal keberhasilanmu persis didepan mata! Jadi penting untuk menguatkan niat mencari beasiswa.

2. Petakan beasiswa apa yang akan dicari

Karena beasiswa jumlahnya sangat banyak. Akan sangat sulit jika kita tidak spesifik dalam menentukan kriteria beasiswa apa yang kita cari. Misal, beasiswa penelitian (research scholarship), beasiswa S2, beasiswa pertukaran (exchange scholarship), beasiswa S1 dan banyak lainnya. Setelah itu, tentukan konsentrasi yang akan dipilih.

Misal spesifik tentang hukum à hukum internasional, komunikasi à jurnalistik, biologi à lingkungan, dan lain-lain. Tentu kita harus selesai dengan ini, untuk mengetahui kapasitas bidang kita ada dimana. Sehingga mempermudah pula untuk menjadi “nilai jual” bersaing dengan yang lain.

3. Bersikaplah terbuka dan gigih untuk mencari !

Sebenarnya untuk tips yang ini mudah mudah sulit. Sering-seringlah mencari informasi di dunia maya. Banyak situs-situs beasiswa yang sudah memberikan informasi terbaik dan ringkas yang mudah dipahami. Jangan lupa untuk memastikan informasi beasiswa di institusi pendidikan yang saat ini kamu berada. Besar kemungkinan beasiswa yang diberikan memiliki peluang yang lebih besar karena sudah ada jaringan partner atau kerjasama antar institusi.

Kemudian jangan pernah malu untuk bertanya kepada mereka yang sudah menerima beasiswa. Tanyakan secara rinci proses seleksinya seperti apa serta tanyakan tips-tipsnya. Bukan tidak mungkin, informasi-informasi yang sudah kita kumpulkan (yang kita pikir orang lain pasti tahu) ternyata lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan teman-temanmu. Karena kegigihanmu untuk mencari serta mengkonfirmasi keberadaan beasiswa yang kamu incar

 

4. Saatnya mendaftar!

Pastikan semuanya terkonfirmasi dengan baik. Deadline pengumpulan berkas, syarat dan ketentuan berkas harus sudah ditangan. Jangan sampai saat mendaftar ternyata ada berkas yang belum terpenuhi sedangkan waktu pengumpulan sudah didepan mata. Persiapkan secara matang dan rapi.Pada umumnya berkas-berkas yang diperlukan ialah

  • Transkrip nilai dan Ijazah,
  • CV dan Esai,
  • Motivation Statement (untuk yang keluar negeri),
  • Passport (untuk yang keluar negeri),
  • KTP, SIM,
  • Sertifikat Bahasa Inggris (TOEFL, IELTS, TOEIC) untuk yang keluar negeri)

Esai sangat berpengaruh dalam kelolosan beasiswa kita. Menurut seorang manager of internastional scholarship, transkrip nilai yang telah kita pegang bersifat tetap dan sudah tidak bisa diubah. Sedangkan esai menjadi nilai utama dalam menentukan calon pendaftar ini memiliki kelebihan atau sesuatu yang unik atau tidak. Sehingga pantas diterima oleh para pendonor beasiswa (istilah untuk perusahaan atau institusi yang memberikan program beasiswa)

5. Berdoa dan banyak berbuat kebaikan

Berbuat baik itu memberikan dampak positif yang menular serta membuat kita.

Menjadi insan yang lebih baik. Siapa tahu dengan kebaikan kita, suatu saat akan berbalik menjadi lancarnya impian yang sedang kita kejar sekarang dan nanti :)

Jangan lupa untuk memastikan tanggal pengumumannya. Jika memang belum diterima, tidak boleh menyerah untuk terus mencoba dan mencoba. Karena kita tidak tahu akan berhasil pada usaha kita yang mana. Serta evaluasi pada diri juga penting, apakah memang kita sudah pantas untuk menerima beasiswa. Atau jangan-jangan karena belum berusaha keras, tentu saja beasiswa akan sulit untuk menerima kita.

 

Sumber: isigood.com

Komentar