Materi Intervew Untuk Lulusan Teknik, Kamu Butuh Referensi ini Sekarang!

ce0fcc6e79d56ef98643f8d8eae54d04t501635d

Hi pembaca, kali ini kami akan coba paparkan tentang interview khusus untuk Kamu yang lulusan Teknik Sipil. Mengingat banyak dari lulusan ini, jadi perlu kiranya kalau gambaran tes interviewnya dibahas. Sebagaimana yang sudah Kamu ketahui, untuk bekerja di bidang konstruksi bisa dibilang unik, karena untuk bisa menempati posisi yang diincar. Tentu saja ekspetasi dari perusahaan yang bersangkutan wajib tau dulu sudah sejauh mana kemampuan Kamu menguasai bidang pekerjaan yang erak kaitannya dengan teknik sipil. Kali ini Tipskari mau coba share, apa saja yang sering ditanyakan ketika wawancara kerja untuk posisi Civil or Structure Engineer.

Sebenarnya tiap-tiap perusahaan boleh dibilang memiliki cara juga standar tersendiri dalam melakukan seleksi maupun rekruitmen karyawan baru. Ada yang harus melewati beberapa tahap, malah ada yang cukup 1 tahap saja, akan tetapi walau satu tahap yang mutlak dilakukan.

Khusus untuk pekerjaan Engineering Design

Ketika  Kamu mencoba peruntungan diposisi ini,sebagian besar interview yang dilakukan harus bersifat teknis. Kamu sebagai fresh graduate, cobalah untuk membidik sebuah perusahaan konsultan perencana struktur yang men-spesialisasikan diri di bidang perencanaan high rise building.  Sebagai kandidat atau calon engineer akan ditanyai berbagai macam pertanyaan seputar analisis dan desain struktur.

Walau kebanyakan pertanyaan yang diajukan tak jauh dari materi kuliah misalnya, prosedur desain balok bertulang, masalah pembebanan, kombinasi beban. Berikutnya untuk struktur baja,  Kamu dituntut bisa memberikan penjelasan mengenai metode LRFD,  creep atau rangkak pada beton maupun tentang desain kapasitas. Pertanyaan tersebut memang menjadi poin penting dalam melakukan desain beton bertulang, khususnya untuk bangunan yang didesain untuk menahan beban gempa.

Interviewnya bersifat teknikal

Sebagian besar pertanyaan yang dilayangkan sangat dalam juga sangat menentukan, alias cukup berat. Pertama-tama, mungkin saja Kamu akan disuruh mengurutkan mulai dari bidang teknik sipil yang paling dikuasai. Misalnya saja Kamu bisa mulainya dari Steel Structure, Concrete Structure, Foundation Design, Geotechnical hingga Marine & Offshore yang paling Kamu anggap dikuasai.  Biasanya interviewer memilih dan hanya fokus pada 3 teratas untuk mencecar Kamu dengan berbagai macam pertanyaan yang tergolong cukup susah. Seperti halnya, konsep dinamik analisis, kemudian pondasi untuk vibrating equipment, blast analysis atau bahkan sampai menanyakan tentang soil improvement.

Tak heran jika interview dianggap penting, karena bisa digunakan untuk menggali skill kandidat lebih dalam. Faktanya tidak sedikit yang mencoba masuk ke perusahaan namuni gagal di seleksi wawancara kerja, sampe-sampe yang sudah punya pengalaman sekalipun belum tentu bisa diterima. Al-hasil, perusahaan itu sungguh-sungguh ingin melihat kualitas dan potensi seorang Kandidat.

Nah, dari gambaran tes interview di atas, ada hal yang berpengaruh pada peluang Kamu yaitu strategi menjawab pertanyaan. Untuk wawancara yang sifatnya umum, misalnya dengan HRD, Kamu bisa menempatkan sisi positif kecerdikan Kamu. Singkatnya jujur itu perlu, normatif juga boleh, berbohong mau menutupi kekurangan sah-sah saja. Kecuali kalo posisi yang Kamu incar adalah di level Manager, maka semestinya Kamu perhatikan mengenai attitude.

Sebaliknya jika Kamu mengikuti interview yang bersifat teknis, sebaiknya hindari sikap sok tau, karena orang yang mewawancarai Kamu boleh dikatakan lebih berpengalaman dan lebih tahu. Kalau Kamu betul-betul tidak tahu, jawab saja tidak tahu. Kalu belum pernah, jawab saja belum pernah, jadi tidak perlumengambil jawaban untuk defensif atau pembenaran. Karena posisi yang lamar itu menuntut keahlian yang nyata, jangan samapi apa sudah Kamu paparkan malah menjadi bomerang, mengingat urusan teknik adalah keahlian yang dapat diukur sampai di mana kemampuan Kamu sebenarnya.

Next, jika Kamu tertarik di posisi Engineer sebaiknya buka-buka lagi dokumen, buku, atau segala macam referensi teknis yang berkaitan dengan proyek-proyek yang sudah pernah Kamu lakukan. Semoga info bermanfaat.

Sumber : Tipskarir.com

Komentar



error: Konten dilindungi!