Pengalaman mendaftar Beasiswa Afirmasi LPDP

lpdp-riatristyaamaliawordpresscom-w600-h1000-3597b7d1a8b7f1a237c6355639e71394

Beasiswa Afirmasi merupakan salah satu jalur khusus dari 5 jalur yang disediakan LPDP (Beasiswa Magister dan Doktor, Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis dan Presidential Scholarship) yang ditujukan untuk kelompok masyarakat yang berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terbelakang), Alumni beasiswa Bidik Misi atau Jalur Prestasi bidang seni/budaya tingkat nasional maupun internasional. Affirmative policy seperti ini didasarkan atas fakta bahwa Indonesia masih menghadapi masalah pembangunan yang belum merata di setiap wilayah. Salah satu sebabnya, sebaran SDM berpendidikan tinggi belum merata. Untuk memeratakan pembangunan, diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah perbatasan dan/atau tertinggal.

Kelonggaran yang diberikan oleh LPDP untuk jalur afirmasi adalah syarat kemampan Bahasa Inggris. Mereka boleh mendaftar beasiswa ini walaupun Toefl /IELTS belum mencapai 550/6,5 (belum memenuhi persyaratan universitas tujuan) karena akan diberikan Pengayaan Bahasa oleh LPDP jika dinyatakan lulus wawancara sebagai awardee LPDP. Bagi kami yang berasal dari daerah, ini adalah salah satu bentuk pengertian dari Pemerintah Indonesia dan kami sangat mengapresiasi ini karena lembaga-lembaga kursus seperti IELTS tidak ada di daerah kami (jikapun tersedia, itupun harus memenuhi kuota tertentu sebelum kelas dimulai, kan syedih kaminya -_-). Sejauh ini beberapa teman hanya mengandalkan self-study. Bahkan saya baru tahu apa itu IELTS ketika mendaftar beasiswa ini (well, this is embarrassing).

Saya pribadi adalah alumni Beasiswa Bidik Misi dan berasal dari daerah 3T. Namun ketika mendaftar saya memilih jalur 3T karena waktu itu saya tidak mengetahui jika tersedia jalur khusus alumni Bidik Misi. Maka dari itu, adik-adik Bidik Misi semangat, you have your own path now (harus cumlaude tapi, hehe).

Sebulan setelah menyelesaikan studi S1, saya langsung mendaftar beasiswa LPDP. Berkas berhasil submitted ke email LPDP tanggal 31 Oktober 2014 (pada waktu periode saya, masih menggunakan system manual, mengirim berkas melalui email, sekarang sudah melalui aplikasi online). 31 Oktober adalah hari lahir saya, dan ketika itu I had a good feeling about this date, hehe. Mungkin Allah akan memberikan hadiah berupa kelulusan administrasi LPDP. Dan I got it, Alhamdulillah.

Proses pendaftaran melalui beberapa tahap sebagai berikut :
1. Seleksi Administrasi
Proses pemeriksaan kelengkapan data dan dokumen pendaftar sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP. Menurut saya, tahap ini sangat penting karena seperti pintu masuk sebuah bangunan. Sebelum merencanakan hal yang lebih jauh, harus membuka pintu masuk dulu. Baru bisa mempersiapkan langkah lebih lanjut. Tanggal 5 Januari 2015 (2 bulan lebih nunggu pengumuman administrasi, it was kind of frustrating), saya mendapat SMS dan email bahwa saya lulus syarat Administrasi dan akan tes wawancara dan LGD (Leaderless Group Discussion) tanggal 27-28 Januari 2015.

2. Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) and On the Spot Essay Writing
Ketika periode saya, On the Spot Essay Writing belum diterapkan. Essay kami buat dan dimasukkan bersamaan dengan berkas lainnya ketika seleksi administrasi. Jadi ketika itu hanya Seleksi Wawancara dan Leaderless Grup Discussion (LGD). Wawancara waktu itu dilaksanakan di Universitas Mataram, Mataram (Hamdalah, Allah memang sangat paham keadaan saya waktu itu, no money to go to another city for interview, ^_^).

Hari pertama (27 Januari 2015) jadwal saya untuk Leaderless Grup Discussion (LGD) dan hari kedua untuk wawancara. Saya melihat banyak contoh-contoh pertanyaan seleksi wawancara beasiswa di internet. Tapi waktu itu saya berpikir bahwa para interviewers tidak akan memasang ekspektasi apa-apa tentang jawaban kita akan pertanyaan yang diberikan karena tidak ada jawaban benar ataupun salah. Point terpenting sebenarnya (menurut saya) yang ingin mereka lihat adalah the way you think, the way you see something (your life, your problems, your obstacles) and the way you face those things (fighting spirit). Kalau pertanyaan tentang universitas, jurusan dan kawan-kawan, saya yakin ketika kita mengerti apa yang akan kita lakukan, maka itu akan terjelaskan dengan sendirinya dan tidak perlu menghafal jawaban apapun. Secara tidak langsung dari pertanyaan-pertanyaan diatas itu akan menggambarkan personality, responsibility dan eligibility kita. So, don’t worry about anything. If you have that values, it would be clearly seen from you. Apalagi salah satu interviewer adalah Psikolog, jadi Inshaa Allah anda akan benar-benar di nilai luar dalam. Hwaiting!!!

Pada waktu wawancara Saya gugup sekali (anxious to death lah), tangan ini suhunya minus 2 derajat saking dinginnya. Apalagi beberapa kawan yang keluar dari ruang wawancara, beberapa dengan ekspresi wajah yang sedih, pasrah, lesuh, berkaca-kaca dsb. Itu cukup membuat saya tertekan.

Saya menghabiskan waktu wawancara sekitar 35 menit. Dan itu kurasa sangat singkat dan berpikir sepertinya tidak memenuhi kualifikasi. Tapi ada kejadian lucu ketika wawancara dimulai ketika saya bersalaman dengan ketiga interviewer. Terjadilah percakapan berikut :

Salah satu dari mereka senyum dan bilang : “kok tangannya dingin? Suhu ACnya terlalu rendah ya?”
Saya : “ saya gugup Pak”.
Interviewer : Kenapa harus gugup?
Saya : “bagi saya ini salah satu pertemuan penting yang mungkin akan menjadi salah satu factor yang menentukan masa depan saya”. Lalu pembahasan tentang kegugupan selesai. (#absurd abaikan!)

3. Pengumuman Kelulusan
Ini adalah periode yang paling mendebarkan untuk saya. 1,5 bulan menunggu pengumuman kelulusan. Dalam masa penantian ini, saya sempat bermimpi. Dalam mimpi itu saya menggendong 2 bayi. Salah satu bayinya cemberut dan salah satunya lagi tersenyum dan mencium saya. Pada waktu itu saya memang sedang menunggu 2 kabar penting. Merespon mimpi saya waktu itu, saya langsung terpikir bahwa salah satu kabar yang saya tunggu itu akan berakhir tidak sesuai harapan. Dan benar, 10 Maret 2015 saya mendapat pengumuman, saya lulus Wawancara LDPD dan you can guess it, the other one was failed. Hamdalah, hamdalah, hamdalah.

Lesson : “jangan sepelehkan mimpi ya, mungkin menjadi pertanda untuk berita yang anda tunggu-tunggu”.

4. Pengayaan Bahasa
Pengayaan Bahasa khusus diberikan untuk awardee LPDP jalur Afirmasi. Saya dan teman-teman afirmasi lainnya mendapat IELTS Presparation di ITB Bandung, salah satu Universitas Mitra LPDP. Tanggal 23 April saya berangkat ke Bandung dan pengayaan dilaksanakan selama 6 bulan. Hampir semua dari kami belum mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dari Universitas tujuan karena score IELTS belum memenuhi syarat. Sebagian sudah mendapat Conditional Acceptance. And this course was aimed to upgrade our IELTS score to meet university requirement. Sebagai salah satu Universitas terbaik Indonesia, bagi saya, aura ITB itu adalah aura juara, sedikit tidak memberikan motivasi lebih dalam proses belajar ini. Beberapa teman juga selalu membantu dan memotivasi selama proses ini. Memberikan masukan dan saran yang bermakna. I always thankful for that.

Bagi saya, program PB ini lebih dari sekedar belajar bahasa inggris. Banyak nilai-nilai hidup yang saya pelajari dari rekan-rekan seperjuangan. Tantangan hidup bukan alasan untuk mematahkan semangat untuk terus maju dan berkembang. Karena mimpi itu milik semua orang. Tetap semangat kawan.

Oleh : FITRIA TISA OKTALIRA

Komentar