Kriteria Penilaian Beasiswa LPDP Terbongkar

lpdp-riatristyaamaliawordpresscom-w600-h1000-3597b7d1a8b7f1a237c6355639e71394

Kriteria penilaian beasiswa LPDP jadi misteri tersendiri bagi para pelamar. Ada yang memiliki IPK tinggi tapi tidak lolos. Ada yang sudah punya letter of acceptance, juga tidak lolos. Ada yang wawancaranya lebih cepat dari peserta lain, hasilnya belum sesuai harapan.

Dari status facebook seorang teman, saya peroleh artikel menggemparkan, ditulis oleh Risya Nurfitriani. Peserta beasiswa LPDP ini sempat gagal di gelombang 2 tahun 2015. Penasaran dengan apa yang membuat ia gagal, Risya meminta informasi lewat http://e-ppid.kemenkeu.go.id

Dalam dokumen yang dikirim PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), terdapat informasi bidang ilmu prioritas dan passing grade-nya.

Pritotas Kertama

Meliputi bidang teknik, sains, pertanian, kelautan, perikanan, dan kedokteran/kesehatan dengan passing grade: 1400.

Prioritas Kedua

Meliputi keilmuan, pendidikan, akutansi/keuangan, dan agama dengan passing grade: 1500.

Prioritas Ketiga

Meliputi bidang keilmuan ekonomi, sosial, budaya/bahasa, dan bidang lainnya denganpassing grade: 1600.

Alasan yang Kuat dalam Memilih Jurusan

Dokumen tersebut mengonfirmasi dugaan Risya terkait keraguannya saat menjelaskanalasan memilih jurusan di sesi wawancara. Salah satu kriteria penilaian beasiswa LPDPadalah justifikasi yang kuat terhadap pemilihan program studi.

Kontribusi Terhadap Indonesia

Beasiswa LPDP memang ditujukan bagi calon pembangun bangsa. Karena itu, pihak penyeleksi ingin jawaban yang meyakinkan tentang kontribusi terhadap Indonesia.

Memenuhi Syarat Universitas Tujuan

Dalam hal ini, Risya belum memenuhi standar IELTS universitas tujuannya. Panitia beasiswa LPDP pun meragukan kemampuannya untuk diterima kampus tersebut.

Sumber : idbeasiswa.com

Komentar



error: Konten dilindungi!