Inilah 13 Mesin Pencari Alternatif Selain Google

6548fc025ea2af526d045f933e89f569t5077304

“Don’t be evil” merupakan motto awal Google, sebuah perusahaan pencari raksasa yang kini mendominasi.

Tapi mari kita jujur, Anda tidak bisa menjadi perusahaan terbesar tanpa harus ‘memangsa’ pesaing-pesaing Anda.

Lantas, apakah ada mesin pencari lain yang bisa dijadikan alternatif? Tentu saja ada, berikut beberapa diantaranya:

# 13 Bing

Bing adalah saingan terkuat Google dan merupakan mesin pencari besutan Microsoft.

Bing juga “mengikuti” Google dengan menampilkan pencarian berbasis sosial media.

# 12 Yahoo! Search

Mesin pencari ini sebenarnya sudah ada terlebih dahulu sebelum Google.

Sama seperti Bing, Yahoo! Search merupakan salah satu kompetitor terbesar bagi Google.

# 11 ChaCha

ChaCha sering digambarkan sebagai situs Q&A (tanya jawab) “bertenaga manusia”.

ChaCha bukanlah mesin pencari seperti tiga mesin pencari sebelumnya sehingga mungkin akan memicu perdebatan.

Website ini bekerja dengan menyediakan database tanya-jawab dan sudah menjawab lebih dari 2 milyar pertanyaan dari lebih dari 40 juta pengguna per bulan melalui website dan aplikasi populer untuk iPhone dan Android.

# 10 Gigablast

Gigablast bisa disebut mesin pencari yang peduli lingkungan karena 90% daya yang mereka gunakan berasal dari energi angin.

Gigablast juga menjamin Anda mengetahui mengapa hasil suatu pencarian memiiki peringkat tertentu.

# 9 Bipplex

Bipplex memiliki motto “let’s make search human again.” Mesin pencari ini berusaha menempatkan pengguna sebagai pusat dengan berbagai pilihan personalisasi.

# 8 Naver

Dengan lebih dari 70% pangsa pasar, Naver adalah mesin pencari terkemuka di Korea Selatan.

Diluncurkan oleh sekelompok mantan karyawan Samsung pada tahun 1999, layanan Naver meliputi “pencarian komprehensif,” berita dan email.

Naver juga meluncurkan portal sumbangan pertama – Happybean.

# 7 Baidu

Baidu merupakan mesin pencari berbasis di Cina dan merupakan salah satu dari lima mesin pencari terbesar di dunia.

Baidu menyertakan video dan lagu dalam hasil pencariannya, meskipun saat ini hanya tersedia dalam bahasa Cina.

# 6 StartPage

StartPage menawarkan diri sebagai mesin pencari yang melindungi privasi penggunanya.

StartPage menggunakan hasil pencarian yang dilakukan Google tetapi melindungi pengguna dari pencatatan data (mis: oleh pemerintah) dan pelacakan cookies.

# 5 YaCy

Sebuah web pencarian dengan motto “Web search by the people, for the people”, YaCy menyediakan software yang menggunakan jaringan peer-to-peer sehingga memastikan keterlibatan pengguna internet

# 4 Pipl

Pipl mengklaim dapat menghasilkan hasil yang “tidak dapat ditemukan oleh mesin pencari biasa.”

Ini adalah mesin pencari mirip Yellow Pages yang menggali segala macam catatan yang tersimpan dalam secara online.

# 3 Blekko

Blekko dan DuckDuckGo dianggap sebagai mesin pencari kecil yang berpotensi menjadi ancaman bagi Google.

Blekko, seperti kebanyakan mesin pencari alternatif, mengambil sikap pro-privasi dan menawarkan penggunanya kemudahan penggunaan sekaligus melindungi privasi mereka.

# 2 DuckDuckGo

DuckDuckGo didirikan pada tahun 2007 oleh Gabriel Weinberg, yang berpendapat bahwa ketika dihadapkan untuk memilih antara hasil yang bagus dengan hasil bagus ditambah privasi, orang akan memilih yang terakhir.

Saat ini, DuckDuckGo melayani sekitar 5 juta pencarian per bulan. Situs ini pernah memasang billboard kampanye besar yang menyatakan: “Google melacak Anda. Kami tidak. ”

# 1 WolframAlpha

Situs ini diluncurkan pada tahun 2009 dan menggambarkan dirinya sebagai “computational knowledge engine.”

WolframAlpha menyajikan hasil pencariannya sebagai “data terkurasi” alih-alih sebagai daftar link.

Perusahaan ini didirikan oleh Stephen Wolfram, fisikawan partikel dan penerima penghargaan “jenius” MacArthur.[]

Sumber : www.amazine.co

Komentar



error: Konten dilindungi!