Sudah Siapkah Kamu Untuk Tes IELTS? Pahami Dulu Apa Itu IELTS!

snap-2016-06-24-at-11-31-17

TOEFL adalah tes berbahasa Inggris yang umum dikenal. Namun, tahukah kamu bahwa, selain TOEFL, ada juga tes berbahasa Inggris lain yang diakui dunia internasional? Tes kemampuan itu adalah tes IELTS.

Standar tes IELTS (International English Language Testing System) telah diakui oleh lebih dari 5.000 organisasi di seluruh dunia. Selain untuk sertifikasi di dunia pendidikan, sertifikasi IELTS juga diakui oleh organisasi-organisasi di dunia kerja dan untuk kepentingan migrasi.

Tes IELTS diselenggarakan sejak tahun 1989. IELTS adalah inisiatif dari tiga organisasi, yaitu The British Council, IDP: IELTS Australia, dan Cambridge English Language Assessment. Pada awalnya, tes IELTS digunakan di negara-negara persemakmuran Ingris, seperti Australia, Selandia Baru, Hong Kong, dan negara Inggris sendiri. Namun, sekarang ini, standar tes IELTS sudah digunakan di banyak negara, termasuk Amerika dan beberapa negara di benua Eropa.

Tes IELTS dibagi menjadi dua format berdasarkan kebutuhan penggunanya, yaitu format akademik dan format pelatihan umum (general training). Tes IELTS format akademik digunakan untuk kamu yang ingin belajar di institusi pendidikan, sedangkan tes IELTS format pelatihan umum digunakan untuk yang ingin bekerja di institusi kerja atau kepentingan lain selain pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, yang membedakan kedua format tersebut adalah tes membaca dan menulis. Perbedaan tes ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan orientasi peserta tes. Sementara itu, untuk bagian tes yang lain, tidak ada perbedaan bagi kedua format tes tersebut.

Tes IELTS dibagi menjadi beberapa ujian kemampuan yang terpisah untuk pesertanya. Ujian-ujian tersebut adalah:

1. Ujian Mendengarkan (Listening)

Ujian ini adalah uji kemampuan mendengarkan dari peserta. Durasi ujian adalah 30 menit yang terdiri dari 4 bagian, yaitu:

• dialog sehari-hari,
• monolog sehari-hari,
• obrolan dalam diskusi 4 orang dengan topik pendidikan atau pelatihan, dan
• monolog mengenai dunia pendidikan.

Masing-masing bagian terdiri dari 10 pertanyaan. Keempat bagian tersebut harus diselesaikan dalam waktu 30 menit. Tujuan ujian ini adalah untuk melihat kemampuan peserta dalam mendengar percakapan, baik percakapan sehari-hari maupun percakapan dengan topik khusus.

2. Ujian Membaca (Reading)

Ujian membaca membutuhkan waktu 60 menit. Peserta ujian diwajibkan menjawab 3 bagian dari ujian tersebut. Dalam mengerjakan ujian ini, kemampuan memahami teks dan informasi yang terkandung di dalam teks sangat diperlukan. Teks yang menjadi bahan ujian berasal dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, media massa, atau selebaran iklan.

Di ujian membaca, peserta yang mengambil format akademik akan mendapat bahan ujian yang berbeda dengan peserta yang mengambil format pelatihan umum. Mereka akan mendapat ujian dan pertanyaan bertema akademis, seperti topik ilmu pengetahuan, sosial, atau sejarah.  Sementara itu, dalam tes IELTS dengan format pelatihan umum, ujian membaca juga terdiri dari tiga bagian yang disesuaikan dengan situasi dunia kerja. Ketiga bagian itu adalah:

• dua-tiga teks singkat, misalnya iklan atau pengumuman,
• dua teks singkat tentang dunia kerja, misalnya melamar kerja atau mengikuti pelatihan, dan
• satu teks panjang tentang topik umum.

3. Ujian Menulis (Writing)

Ujian menulis dari tes IELTS menghabiskan waktu 60 menit dan terbagi menjadi dua bagian. Tujuan dari ujian ini adalah untuk melihat kemampuan perbendaharaan kata, pemakaian tata bahasa, kemampuan struktur kalimat, dan lain-lain.

Pada tes IELTS format akademik, ujian menulis bagian pertama berisi perintah untuk membuat tulisan atas suatu tabel atau diagram data. Peserta diwajibkan menulis dengan gaya bahasa formal dengan minimal penggunaan kata sejumlah 150 kata. Di bagian kedua, peserta diminta untuk membuat tulisan dari sebuah opini atau fenomena di masyarakat. Jumlah minimal penggunaan kata di bagian kedua ini adalah 250 kata.

Berbeda dengan ujian menulis tes IELTS format akademik, ujian menulis tes IELTS format pelatihan umum terkesan lebih luwes. Di format ini, peserta diminta menulis dengan gaya bahasa non-formal dan personal. Di bagian pertama, peserta diwajibkan menulis surat yang berisi pertanyaan atau penjelasan atas suatu hal, sedangkan di bagian kedua, peserta diwajibkan membuat esai pada suatu fenomena atau opini.

4. Ujian Berbicara (Speaking)

Di bagian ujian ini, durasi waktu yang diperlukan sekitar 15 menit. Ujian berbicara terbagi jadi tiga bagian. Bentuk tes berbicara adalah wawancara antara peserta ujian dengan seorang penguji. Tema yang dibahas di ujian ini tidak terbatas pada satu tema tertentu. Pada awalnya, peserta diminta untuk mengenalkan dirinya selama beberapa menit. Kemudian, peserta diminta untuk membahas topik atau fenomena tertentu. Setelah itu, penguji akan memberikan beberapa pertanyaan untuk menguji kemampuan berbicara dan pemahaman peserta ujian.

Untuk sistem penilaiannya, IELTS memiliki skor penilaian di rentang skala 1 (rendah) hingga 9 (tinggi). Pembulatan ke atas angka di belakang koma adalah tiap 0.5. Jadi, jika kamu mendapatkan skor 4.4, skor kamu akan dibulatkan menjadi 4.5. Di tes IELTS, sistem penilaian dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama terdiri dari penilaian atas ujian listening dan reading, sedangkan kategori kedua terdiri dari penilaian atas ujian writing dan speaking.

Tes IELTS dianggap lebih baik daripada tes kemampuan bahasa Inggris lain  karena peserta dibebaskan untuk melakukan pendekatan sesuai dengan gaya personalnya. Selain itu, tes IELTS dianggap lebih baik bagi mereka yang memasuki negara-negara dengan penduduk yang menggunakan bahasa Inggris beraksen British karena, pada awalnya, tes IELTS digunakan di negara negara persemakmuran Inggris. Akan tetapi, saat ini, tes IELTS tidak saja digunakan untuk orang yang akan memasuki negara British English. Sertifikasi IELTS kini sudah bisa digunakan untuk negara Amerika.

Sistem Penilaian IELTS

Penilaian setiap tes kemampuan penggunaan bahasa selalu mempunyai cara tersendiri. Umumnya, cara penilaian antara satu tes kemampuan bahasa satu dengan yang lain berbeda-beda. Pada tes kemampuan bahasa Inggris saja misalnya, cara penilaian IELTS berbeda dengan TOEFL. Namun, di bagian ini, kita hanya akan membahas mengenai sistem penilaian pada IELTS.

Penilaian IELTS menggunakan sistem band score dengan skala 1 (terendah) sampai 9 (tertinggi). IELTS sendiri punya sistem penilaian yang cukup unik, yaitu pembulatan ke atas tiap setengah (0.5) poin. Misalnya. ketika kamu memperoleh skor 4.3, skormu akan dibulatkan menjadi 4.5. Begitu pula ketika ada seseorang dengan skor IELTS 5.75, skornya akan dibulatkan menjadi 6. Nilai terendah dari skor IELTS adalah satu. Akan tetapi, ada juga, lo, yang nilainya nol. Nilai 0 ini hanya diberikan untuk peserta yang tidak hadir atau mengosongkan lembar jawabannya.

Tentunya, penilaian pada tes IELTS ini tidak muncul begitu saja. Ada beberapa mekanisme yang harus dilalui. Mekanisme penilaian tes Listening dan Readingmisalnya. Untuk setiap jawaban yang benar, kamu akan mendapatkan 1 poin. Total dari poin yang juga disebut raw score ini nantinya akan dikonversi ke dalam bandscore 1 sampai 9.

Sumber : Berkuliah.com

Komentar



error: Konten dilindungi!