Cara Membuat Paspor Secara Online, Hemat 200%

075159_foto1

Penulis memberanikan diri untuk berbagi pengalaman cara membuat Paspor karena sudah pernah 2 kali mendapatkannya pada tahun 2009 dan 2015. Semua proses pembuatan waktu itu di Kantor Imigrasi Kota Malang. Permohonan Paspor tahun 2009 dilakukan secara manual (offline) sedangkan tahun 2015 mendaftarnya secara online.

“Mohon dibaca sebelum bertanya karena penulis sudah berusaha memberikan informasi lengkap”

Pada tanggal 10 Desember 2009, saya membuat Paspor offline karena ingin ke luar negeri baik dapat beasiswa atau liburan tanpa uang, meskipun tidak tahu kapan saya bisa keluar negeri. Ketika sampai di Kantor Imigrasi Kota Malang langsung datanglah sicalo menghampiri saya yang menawarkan jasa pembuatan Paspor dengan harga yang fantastis yaitu 700 ribu, what?? Pada waktu itu semua biaya sampai selesai hanya 275 ribu, jadi karena uangnya pas-pasan saya akhirnya mengajukannya sendiri tanpa sicalo dan bisa selesai 7 hari. Alhamdulillah paspornya berguna juga pada akhir tahun 2012 karena saya keterima beasiswa yang dibiayai oleh Uni Eropa. Lanjut aja ya soalnya topik nya pembuatan paspor secara online. Awal Februari 2015, saya mengajukannya secara online dan tanpa calo karena waktu itu jika memakai jasa bang calo sekitar 800 ribu – 1,5 juta. Pengen calo atau daftar sendiri? Kalo sendiri, baca terus tulisan ini sampai selesai.

#Persyaratannya apa saja?
Sebelum mengajukan permohonan paspor, anda harus mempersiapkan persyaratan lengkap yaitu:
1. kartu tanda penduduk yang masih berlaku atau surat keterangan pindah keluar negeri;
2. kartu keluarga;
3. akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
4. surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
5. surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan
6. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa (jika pernah membuat)
7. Materai 6000

Saya mempersiapkannya  semua dokumen diatas berserta fotopiannya masing-masing 2 lembar kecuali poin no. 4 dan 5. Untuk poin 5 jika ada perubahan nama misalnya anda ingin pergi haji atau umroh biasanya harus mempunyai tiga nama sedangkan nama anda hanya satu nama, maka anda harus membuat surat keterangan ini.

#Jika sudah siap, lalu bagaimana cara daftar secara online?
Saya langsung mendaftar di website resmi imigrasi di https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml, setelah membukanya anda klik menu “Pra permohonan Personal”, akan muncul menu sebagai berikut:

Sumber Gambar: hasil capture dari https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml

Isilah semua tahap atau informasi dibutuhkan. Jika sudah selesai anda dapat mencetak Formulir Permohonan Paspor dan Formulir Pembayaran Melalui Bank BNI. Ini punya saya waktu daftar awal Februari 2015

Kemudian saya pergi ke Bank BNI untuk melakukan pembayaran sebesar 300 ribu + 55 ribu, jadi total 355 ribu waktu itu. Ketika di bank anda tidak perlu menjelaskan panjang lebar ke petugas bank, anda cukup memberikan formulir pembayaran yang sudah dicetak.

#Setelah lunas, terus kemana ya?
Jika lunas, langsung saja pergi ke Kantor Imigrasi yang anda pilih waktu daftar online. Ingat jangan keliatan ragu2 atau keliatan bingung karena jika anda keliatan baru pertama kali datang ke Imigrasi, apa yang terjadi?? Sang calo menghampiri anda.. hehe. Jadi langsung saja ke Customer Service atau bagian administrasi, serahkan semua dokumen asli dan fotokopi beserta kwintansi pembayaran. Petugas akan melakukan screening singkat dan tunggulah 5-10 menit mereka akan segera memanggil anda dan memberikan jadwal interview dan sidik jari. Biasanya jadwalnya 2-3 hari setelah anda menyerahkan persyaratanya.

#3 hari sudah berlalu, gimana proses Interview dan Sidik Jarinya?
Datanglah pada waktu yang sudah ditentukan dan ambil nomer antrian ketika sampai di Kantor Imigrasi, oiya jangan lupa bawa dokumen asli. Lalu waktu interview ditanya apa aja? Saya kasih bocoran ya misalnya pertanyaannya untuk apa anda ke Luar Negeri? Pada saat itu anda harus tenang dan jawablah misalnya “Saya ingin mendaftar beasiswa ke Eropa dan syaratnya harus punya paspos waktu mendaftar”. Itu aja cukup, karena paspor adalah hak semua warga Indonesia yang ingin melakukan perjalanan kel Luar Negeri. Setelah selesai wawancara, anda diwajibkan melakukan sidik jari tapi tidak perlu bingung karena Petugas disana langsung mengarahkan langkah-langkahnya, gampang. Jika semua proses selesai, anda akan diberikan tanda terima proses pembuatan Paspor dan tanggal pengambilan paspor. Lihat contoh punya saya dibawah ini, pengambilan Paspor tanggal 12 Februari 2015:

Alhamdulillah, jika sudah menerima surat pengambilan paspor, anda segera pulang dan istirahat karena sebentar lagi sudah punya paspor meskipun tidak tahu mau pergi kemana. Hehe, diberapa tempat anda bisa bisa mengecek status permohonan melalui SMS atau langsung saja cek di https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml, klik di menu “status permohonan personal”

#Oiya saya pernah membaca berita kalau mulai tahun 2015 harus membuat Paspor Elektronik atau E-Paspor??
Jangan ambil pusing, anda buat saja paspor biasa selama kantor Imigrasi masih bisa menerbitkannya karena lebih murah. Kalau tidak salah harga e-paspor sekitar 600 ribu-an dan masih kantor Imigrasi tertentu saja yang bisa mengeluarkannya dan prosesnya lebih cepat.

Gimana mudah bukan? Jadi jangan pernah pakai calo ya, mending uangnya dikasihkan ke anak yatim, Ini Paspor saya tipe Paspor Biasa 48 halaman:

[Ngepostaja.com]

Komentar