Jurus Ampuh Mengerjakan Skripsi

mengerjakan

Ada teman-teman iCampus yang saat ini sedang asik mengerjakan skripsi? Nahhh,, skripsi ibarat sindrom akut yang ditakuti sebagian mahasiswa.. Penyakit ini hampir dialami oleh mahasiswa tingkat akhir.. Tapi ada juga loh yang menghadapi skripsi adem ayem, dikerjakan dengan santai, namun selesai juga.

Rata-rata mahasiswa mengerjakan skripsi dalam kurun waktu 3 bulan sampai satu tahun. Ada yang dibawah 3 bulan?? Kemungkinan ada, mereka yang sudah terbiasa menulis karya ilmiah atau presentasi di depan umum.

Jangan terlalu stres akibat skripsi, kali ini iCampus Indonesia akan memberikan beberapa JURUS AMPUH agar kalian tetap enjoy dan tepat waktu dalam mengerjakan skripsi..

Jurus Pertama : Kuatkan niat

Tips Menggarap Skripsi Biar Cepat Kelar

Mengerjakan skripsi memang tidak hanya memerlukan kemampuan otak, banyak orang pintar yang lama dalam mengerjakan skripsinya karena kurangnya niat untuk mengerjakan. Banyak orang yang pintar dalam bidang akademis, tapi tidak mampu mengatur waktu untuk mengerjakan skripsi.

Seperti pekerjaan pada umumnya, hal yang paling kamu butuhkan untuk menyelesaikan skripsimu adalah niat. Tentu bukan sekedar niat, tapi niat yang kuat. Skripsi itu bukanlah hal yang sulit, ingat kamu sudah berada di semester penghujung karir kamu sebagai mahasiswa. Jika semasa mahasiswa baru atau pertengahan, kamu sering mendapatkan tugas untuk mengerjakan makalah, maka anggaplah skripsi juga demikian. Jika kamu sering mendapat jatah presentasi kelompok di depan kelas, maka anggaplah presentasi ketika seminar proposal atau Ujian Skripsi juga demikian, hanya bedanya kamu cuma presentasi dihadapan dosen dan penguji.

So, harus lebih semangat dong ya?  Jadi, bukan masalah sulit atau tidak melainkan kemauan dan keikhlasan untuk mengerjakan skripsi ini. Jangan jadikan beban.

Jurus kedua : Meluangkan Waktu Untuk Mengerjakan, Jangan Hanya Mengerjakan ‘Kalau Ada Waktu’

Semester akhir, tentu semakin banyak godaan. Meskipun jadwal dan jumlah SKS yang kamu ambil makin sedikit, bukan berarti kamu banyak waktu. Ada saja godaan lain menjelang kelulusan, seperti  ikut ujian perbaikan nilai hingga tawaran magang atau kerja partime atau bahkan masih disibukkan dengan amanah organisasi. Hingga kamu merasa sibuk dan tak sempat menyentuh skripsimu. Ah, itu hanya anggapan kamu saja kamu sedang sibuk.
Hey, waktu kamu tetap 24 jam kok, tidak kurang dan tidak lebih. So, pinter-pinter aja mengatur waktu, luangkan waktu khusus untuk mengerjakan skripsi. Misalnya, 3 hari dalam seminggu. Jika kamu rutin, pasti skripsimu akan cepat selesai. Jangan berpikir untuk mengerjakan skripsi di sisa-sisa waktumu setelah beraktifitas.
Coba baca buku tentang fiqih aulawiyat atau fiqih prioritas, kamu akan menemukan mana hal yang penting mendesak untuk dikerjakan, atau hal penting tidak mendesak. Bagimu skripsi penting mendesak atau tidak penting dan tidak mendesak? 🙂

Jurus Ketiga : Jadikan Dosen Pembimbing Sebagai ‘partner’ terbaikmu

Maksudnya, kamu harus sering-sering bertemu dosen pembimbingmu untuk konsul. Bahkan kamu gak tahan jika sehari aja gak ketemu! Rumusnya, konsul-revisi-konsul-revisi-konsul begitu seterusnya. Jangan menunda-nunda untuk merevisi dan mengkonsultasikan kembali skripsimu pada pembimbing agar skripsimu gak macet ditengah jalan. Semangatmu bisa naik-turun. Ingat, bukan kamu aja yang ingin cepat wisuda! Kamu harus berusaha lebih keras, di atas rata-rata mahasiswa lain. Kesungguhanmu pasti akan membuahkan hasil. Dosen juga manusia, tidak akan terus-terusan memberikan revisi kepadamu. Dannnn, bertemu dengan dosen setiap hari akan membuatmu semakin semangat untuk mengerjakan skripsi, merevisi dan menuju tempat percetakan. Sehari tidak bertemu dosen, akan membuatmu keterusan untuk tidak menemui beliau. Masih ingat kan 5 jurus etika untuk mengirimkan pesan kepada dosen??

Jurus Keempat : Matikan Segala Macam Medsos

Untuk sementara waktu, jauhkan dirimu dari segala jenis media sosial yang kamu miliki. Kenapa? Karena saat skripsi, kamu bakal mudah baper. Liat temen satu jurusan udah mau sidang, kamu yang ikutan grogi. Denger kata wisuda, seperti diteror bom. Mungkin kamu berpikir untuk enjoy sejenak saat membuka akun medsos, tapi justru banyak distraksi yang mengganggu konsentrasimu mengerjakan skripsi. Setidaknya, batasi penggunaannya. Misalnya kamu buat peraturan untuk dirimu sendiri, boleh buka medsos saat weekend aja. Dengan begitu, kamu akan lebih konsen mengerjakan skripsi. Gunakan handphone secukupnya : cukup untuk sms atau telpon dosen untuk revisi, keluarga untuk tanya kabar serta meminta doa restu orang tua.

Jurus kelima : Sehari Menunda Skripsi, Berarti Sehari Menunda Menikah

Lho apa urusannya skripsi dengan menikah ya? Hehehe… Jadikan kalimat sakti di atas sebagai penyemangat. Tentunya kamu sudah punya rencana-rencana dan target setelah lulus bukan? Anggaplah jika sehari kamu menunda untuk mengerjakan skripsi, sama artinya dengan menunda rencana pernikahanmu. Dijamin kamu bakal semangat 45 untuk cepat menyelesaikan skripsimu. Bayangkan pula wajah orang-orang tercinta yang tersenyum bahagia di hari kelulusanmu. Tidak ada alasan untuk tidak memperjuangkan skripsimu, agar kamu bisa segera wisuda. Intinya, tunda kesenangan hari ini untuk kesenangan yang jauh lebih besar di masa mendatang. Tapi tidak ada salahnya kamu menikah sembari mengerjakan skripsi atauuuuu melamar doi sembari skripsi agar kamu semakin terkejar deadline AKAD. :DSo, apa kabar skripsi? Semoga makin semangat setelah baca tips ini ya!

Tulisan ini kami kutip ulang dari website izwie.com 🙂

Komentar