Apa itu Penerbit Mayor, Self Publishing, dan Indie?

Berbagi dan menginspirasi

Teman-teman iCampus yang ingin menerbitkan buku, tentu kalian masih bingung dengan banyaknya penerbit, banyaknya sistem birokrasi, banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi, dan lain sebagainya.
Teman-teman juga pasti masih bingung bagaimana cara menerbitkan buku di penerbit lokal atau nasional secara gratis.
Memang beberapa penerbit menyediakan fasilitas secara gratis, akan tetapi banyak syarat yang perlu dipenuhi, selain itu harus menunggu waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan. Pengalaman? Pernah, harus menunggu lebih dari setahun.
Nah, sebelum mengenal penerbit lebih jauh, yuk kita pahami dulu proses-proser penerbitan.
Mungkin diantara teman-teman sudah mengenal adanya penerbit Mayor, atau penerbit Indie. Sebenarnya mayor dan indie hanyalah sebuah sebutan dari proses menerbitkan buku tersebut. Mayor biasanya sebutan untuk penerbit besar yang berani mendanai seluruh proses pembuatan buku, mulai dari editing, cover, layout, cetak ribuan ekslempar, sampai ke pendistribusian, semua dikerjakan oleh penerbit tersebut.
Indie berasal dari kata independen, yang berarti berdiri sendiri, bebas, merdeka. Jadi, di sini tidak seluruhnya dibiayai oleh penerbit, melainkan ditangani langsung oleh penulis tersebut. Mulai dari editing, cover, layout, cetak, sampai ke penjualan, semua dana dikeluarkan sendiri oleh penulis.

Jelas berbeda kan?

Lantas, seperti apa itu penerbit indie? Penerbit yang menyediakan fasilitas penerbitan yang salah satunya terdapat paket indie untuk penulis. Editing, cover, dan layout dilakukan oleh penulis.

Kalau penerbit yang menyediakan seluruh jasa penerbitan buku seperti editing, cover, layout, menyediakan jasa pengurusan ISBN dengan nama penerbit tersebut adalah self publishing.

Artikel ini disunting dari anisae.com

Komentar



error: Konten dilindungi!