6 Putera Bangsa Ini Diakui Dunia tapi “Terbuang” dari Negaranya

1452769035-membaca-3

Indonesia memiliki banyak sekali putera bangsa yang hebat. Kehebatan mereka bukan saja di Indonesia namun sudah mendunia. Persoalannya, tidak sedikit dari mereka dicuekin di negerinya sendiri sehingga digaet negara lain.

Menariknya, tidak sedikit dari mereka yang hebat itu pernah kembali ke Indonesia menawarkan bantuan dan “menyumbangkan” otaknya untuk bangsa ini. Hanya saja, karya mereka ditolak. Ya, apa boleh buat, mereka terpaksa berpaling dari ibu pertiwi dan menjadi orang hebat di negeri orang.

Setidaknya ada enam putra bangsa yang hebat yang terbuang dari negerinya dan menjadi bintang di negara lain. Satu di antaranya merupakan anak jati Sumatera Barat.

Tahukah Anda siapa mereka? Berikut nama dan karya besarnya

1. Dr. Warsito. Melahirkan inovasi tentang Jaket Anti-Kanker. Tak tanggung-tanggung, karyanya sudah dipakai lembaga-lembaga dunia sekelas NASA Amerika Serikat. Dr Warsito pernah menawarkan karyanya ini kepada Kemekes RI, namun apa yang terjadi? Keputusan mengejutkan. Karyanya ditolak Kemenkes.

2. Prof Dr Ir H Irwandi Jaswir. Nama yang satu ini sudah akrab bagi orang Sumatera. Berdarah Sumatera Barat, dan lama menuntut ilmu di luar negeri hingga akhirnya meraih gelar Profesor Doktor. Adik kandung  wartawan Riau Fendri Jaswir ini juga menjadi anak bangsa yang memiliki kemampuan cemerlang namun “terbuang” dari negerinya.

Prof Dr Irwandi Jaswir seorang yang  Ahli dalam hal produk halal dunia. Karena tak dimanfaatkan bangsanya sendiri, memilih berkiprah di Malaysia.

3. Prof Dr Ken Soetanto, merupakan putra daerah Surabaya. Punya pemikiran yang brilian, namun lebih memilih berkiprah di Jepang dan Amerika Serikat.

4. Prof Dr Nelson Tansu, sangat ahli dalam bidang nanoteknologi. Nelson Tansu menjadi profesor termuda di Amerika Serikat dan sampai saat ini masih memilih berkiprah di negeri Paman Sam itu.

5. Dr Yogi Erlangga,  Putra Tasikmalaya ini sukses memecahkan persamaan Helmholtz. Tak juga kembali ke Indonesia dan mmeilih berkiprah di Eropa dan Timur Tengah. Padahal, penemuannya sang Doktor ini sangat berguna bagi industri perminyakan tanah air.

6. Dr Josaphat Tetuko. Seperti halnya Dr Warsito, Josaphat juga pernah berkiprah di Indonesia setamat dari Jepang. Karena tidak ada penghargaan terhadap karya-karyanya, akhirnya ahli radar ini memilih kembali ke Jepang.

Selain enam nama itu, tentu saja masih banyak putra terbaik bangsa yang memilih tinggal dan berkiprah di luar negeri dibanding kembali ke Indonesia. Tentu saja, banyak alasan lain yang menyebabkan hal ini terjadi. Hanya saja, Indonesia tetap rugi atas situasi ini.

[Beritaberitain.com]

Komentar