Menikah Saat Kuliah? Bisa? (2)

1443759188-menikah-ku-2Masih ingat obrolan seru bareng teman-teman yang menikah pas masih kuliah?

Ada Lisa, mahasiswi Universitas Sebelas Maret angkatan 2012 yang menikah sebelum semester 6. Kini ia sedang magang sambil menyusun skripsi. Ada pula Drg. Sofie, alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, yang nikah saat masih semester 5. Sementara Hamzah, alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat, menikah saat ia dan istrinya sama-sama kuliah di semester 7.

Yuk, kita kembali ke obrolannya!
1443755717-menikah-ku
(love)Ceritain, dong, kegiatan sehari-hari kalian sebagai anak muda, mahasiswa sekaligus seorang suami/istri.
Sofie (S): Gue bangun jam setengah 5 pagi, kasih susu ke anak, trus bikinin sarapan suami. Setelahnya, gue mandi dan langsung ke kampus, tapi antar suami dulu ke kantornya. Sementara itu, anak dititipin ke pengasuh di rumah.
Kuliah gue biasanya selesai jam 2 atau 3 sore. Gue langsung balik ke rumah dan main bareng anak. Lalu gue mandi trus menyiapkan makan malam, karena suami pulang sekitar jam 5 sore.
Biasanya anak gue udah tidur jam 6 sore, jadi malamnya gue nemenin suami nonton TV sambil baca-baca diktat atau buat ringkasannya sekalian. Jam 9 malam, gue tidur.
Saat musim ujian, gue bangun jam 4 pagi untuk baca-baca materi ujian sambil nunggu waktu subuh. Trus, gue sebisa mungkin pulang lebih cepat dari kampus untuk tidur siang. Kalau nggak nyempetin istirahat, gue takut badan jadi nge-drop.
1443922345-screenshot
Lisa (L): Kebetulan sekarang ini suamiku kerja di luar kota sementara aku kuliah di Solo. Jadi aktivitas sehari-hariku biasa aja, nggak terlalu berbeda dengan saat sebelum nikah. Yang pasti, kami selalu meluangkan waktu untuk berkomunikasi. Kalau kebetulan suami sedang ada di Solo, aku pasti nemenin dia sepulang kuliah.
1443757817-screenshot
Hamzah (H): Saat di kampus, kami kuliah sesuai jadwal masing-masing, tapi sebisa mungkin saling mendampingi. Kalau saya lagi ada kuliah sementara istri enggak, dia akan nungguin saya di kampus. Begitu juga sebaliknya.
Di luar kampus, kami suka berdiskusi dan tukar pendapat seputar skripsi. Sewaktu penelitian, kami saling bantu dalam mengumpulkan data supaya cepat selesai. Hasilnya, kami sama-sama lulus empat tahun dan istri saya berhasil lulus cum laude.

(love)Walau sudah menikah, kalian ‘kan masih berstatus mahasiswa. Gimana dengan biaya kuliah dan pengeluaran sehari-hari? Masih dari ortu atau sudah mandiri?
S: Seluruh biaya kuliah gue ditanggung orangtua, karena bokap memang kepengen menyekolahkan anaknya dengan uang beliau sendiri. Jadi, suami cuma ngasih gue uang jajan, hihihi.
L: Secara keuangan, kami sudah mandiri, jadi nggak lagi bergantung orangtua. Ditambah, sebelum nikah aku sudah punya tabungan dari usaha cupcakes aku.
H: Karena waktu itu kami masih sama-sama kuliah, jadi biaya hidup kami dari orang tua.

(love)Pernah tergoda untuk stop atau menunda (cuti) kuliah?
S: Nggak. Gue malah makin semangat menyelesaikan kuliah! Gue juga kepengen menunjukkan ke orangtua bahwa mereka nggak sia-sia membiayai sekolah gue, yang tentunya nggak murah. Apalagi waktu gue masih kuliah, bokap sakit-sakitan. Hadiah yang bisa gue kasih ke beliau adalah gelar dokter.
L: Nggak. Aku dan suami sama-sama berkomitmen agar aku menyelesaikan kuliah. Aku sendiri malah punya target lulus 3,5 tahun.
1443758073-img-201509
H: Nggak. Bagi kami, pendidikan adalah salah satu kebutuhan utama dalam hidup, sehingga menyelesaikan kuliah tetap jadi prioritas. Apalagi sewaktu nikah, kami sudah hampir lulus. Jadi kenapa harus berhenti di tengah jalan?
Karena kalian sukses-jaya menjalankan peran sebagai mahasiswa sekaligus menikah, bagi-bagi ilmunya, dong! Any tips?
S: Sebelum memutuskan untuk nikah, kita harus tanya ke diri sendiri dulu: sudah benar-benar siap kah? Sanggup berkomitmen nggak? Karena kita harus bertanggung jawab dan berani mengambil risiko atas segala keputusan yang akan kita ambil. Jangan sampai kuliah putus di tengah jalan.
Di samping itu, harus ada dukungan dari suami dan keluarga. Kalau semuanya sudah dirasa oke, bismillah, jalanin aja.
L: Sebelum memutuskan nikah, bicarakan, deh, dengan calon pasangan tentang komitmen untuk tetap kuliah setelah menikah. Ini penting banget, lho! Trus, jangan gampang nyerah dengan keadaan dan jangan malas untuk terus kuliah. Harus optimis! Jangan khawatir dengan kendala yang mungkin muncul. Yakin aja, deh, semua akan ada jalannya.
H: Menikah sambil kuliah itu butuh kesiapan fisik, mental, dan ekonomi. Trus, jangan lupa, pernikahan itu nggak hanya menyatukan dua orang, tetapi juga dua keluarga. Jadi pertimbangkan pula aspek keluarga.
Menikah muda saat masih kuliah, tuh, boleh-boleh aja, tapi jangan sampai asal memutuskan. Persiapkan rencana jangka panjang, sebab setiap keputusan pasti ada dampaknya.

1443758882-fb-img-144
(love)Hamzah dan istri mahasiswa angkatan 2010 dan sama-sama sukses lulus tahun 2014 lalu. Istrinya lulus dengan predikat cum laude.(love)

***

Terima kasih gaes, udah mau sharing same kita semua. I heart you all, lah!

Memang nggak gampang menjalani kuliah sambil kuliah.

Tetapi nggak demikian halnya dengan Hamzah, Sofie dan Lisa. They did it!

Selain mereka, ada juga lho, figur inspiratif yang ternyata menikah nggak lama setelah masuk kuliah. Ia masih bisa aktif di kampus, bahkan memimpin organisasi mahasiswa level internasional. Kemudian karirnya pun sukses berat. Yup, dia lah, Najwa Shihab.

Oleh : Fatimah Ibtisam

Komentar



error: Konten dilindungi!