5 Etika Penting Saat Mengirimkan Pesan Singkat ke Dosen

===
Jujur aja, saya udah lama nggak jadi mahasiswa. Dan pas saya masih jadi mahasiswa, smartphone belum umum *ketahuan banget dulu jadi mahasiswa di zaman dinosaurus!*. Jadi saya lumayan syok pas dengar cerita-cerita cara mahasiswa zaman sekarang mengontak dosennya lewat pesan singkat di hape.

Contohnya, sekarang ini ada mahasiswa yang berani Whatsapp dosennya malam-malam, hobi nge-PING dosen di BBM, mengirim pesan bernada ngancam (syetdah!), dan pastinya ada banget yang nulis pesan dengan bahasa dan singkatan-singkatan alay. Yang bikin tambah prihatin, katanya hal-hal begini sekarang bukan kasus khusus, alias cukup lumrah.

Kids, are you serious? Zaman saya kuliah dulu, mau masuk ruang dosen aja rasanya segan. Mau ngirim sebiji SMS aja deg-degan. Apakah kadar toleransi kesopanan orang sekarang sudah bergeser? Nggak juga, sih. Berdasarkan survei kecil-kecilan saya ke beberapa dosen, mereka nggak memaklumi adab-adab pesan singkat seperti itu. Mereka tetap sebel, kok. Cuma mahasiswanya aja pada nggak sadar. Jadi jangan heran kalau pesan singkat kamu ke dosen suka dicuekkin. Mungkin cara penulisan dan pengirimannya nyebelin?

Berikut adalah cara-cara mengirimkan pesan singkat yang baik dan benar ke dosen. Bukan cuma supaya kamu dianggap mahasiswa sopan, tapi juga supaya pesan kamu cepat dibalas, sob!

a. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
* Jangan pakai tulisan 4L4y
* Jangan pakai singkatan, walaupun kamu pede dosennya bakal ngerti (kyk, org, syp, jg, w, lom). Pusing!
* Nggak usah pakai emoticon-emoticon sok asik, kecuali kalau kamu memang beneran akrab sama dosennya, atau kalau menurut kamu dosennya cukup “asik” untuk diajak ber-emoticon-ria.

b. Awali pesan kamu dengan salam.
Bisa dengan ucapan salam “selamat pagi / siang / sore” atau “Assalamu’alaikum” bagi yang Muslim. Jangan disingkat-singkat jadi “aslmkm”, “mekum”, “askum”, apalagi “ass”, ya. Jorok, ih! Lagian hakikatnya ‘kan salam adalah doa.

c. Tulis identitas
Seorang dosen ‘kan mahasiswanya banyak banget, dan beliau nggak mungkin menyimpan—apalagi mengingat!—semua nomor handphone mahasiswanya. Menuh-menuhin memori hape aja! Maka dari itu, dalam pesan singkat kamu, kamu perlu banget menuliskan identitas dengan jelas, yaitu nama lengkap, kelas, jurusan, angkatan. Misalnya, “Selamat siang, Bu Dosen. Saya Fulan bin Fulan, dari kelas XX jurusan XX angkatan XX….”

d. Tulis keperluan kamu dengan jelas dan singkat.
Pesan yang kita kirimkan kepada dosen sebaiknya singkat, nggak bertele-tele, tapi tetap jelas dan sopan, misalnya, “Hari ini saya mau menghadap untuk bimbingan. Apakah bapak/ibu ada waktu?”

Asal tahu aja, dalam sehari, seorang dosen bisa nerima banyaaaak banget pesan singkat dari para mahasiswanya. Waktu beliau bisa habis kalau harus baca pesan yang panjang-panjang satu per satu.

e. Akhiri dengan ucapan terima kasih.
Ya udah lah, yaaa… Nggak perlu dijelasin atau diingatkan lagi, kenapa kamu harus tulis kata “terimakasih” di akhir pesan. Wajib!

Kesimpulannya, contoh pesan yang baik kira-kira begini: “Selamat pagi, Bu Dosen. Saya Fulan Bin Fulan dari kelas Pengantar Komunikasi Umum, angkatan XXX. Maaf Bu, apakah besok Ibu ada waktu untuk bimbingan skripsi? Terima kasih.” Simpel tapi efektif!

Jadi mulai sekarang, jangan ada lagi ya, chat ke dosen yang seperti ini!
1452491932-sms-dosen

Komentar



3 Comments to 5 Etika Penting Saat Mengirimkan Pesan Singkat ke Dosen

  1. Liat gambar yang bawah tuh parah banget,Min 😀
    Pake acara ngeyel segala sama dosen, kalau ngeyelnya di diskusi kelas gak masalah, nah ini, lewat chat 😀 Gokil ah mahasiswa jaman sekarang 😀

  2. xxx says:

    Hi theгe! Do you know if tɦey make any plugins to help with SEO?
    I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but I’m not seeing very good results.
    If you know of any pleasе share. Many tɦanks!

  3. xxx says:

    Ⲏello! I just want to ɡive you a huge thumbs up for the great information you have here on this
    post. I’ll be retuгning to your wᥱbsite for morе soon.