Unand Siapkan Dosen untuk Studi Luar Negeri

PADANG — Unit Pelaksana Teknis Pusat Bahasa Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatra Barat (Sumbar), menyiapkan dosen untuk studi ke Univesitas Deakin di Australia. Persiapan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan.

“Ini merupakan kegiatan rutin dari UPT Bahasa dalam penyelenggaraan pelatihan sebelum berkuliah di Deakin, Australia,” kata Kepala Humas dan Protokol Unand, Eriyanty, di Padang, Senin (29/2).

Kegiatan persiapan ini meliputi pemberian informasi tentang kisi-kisi kuliah di Deakin hingga penjelasan strategi untuk bisa masuk dan berprestasi setelah masuk. Khusus untuk pelatihan, diperuntukkan bagi akademisi yang melanjutkan program doktor atau S-3.

Pusat Bahasa juga menghadirkan sejumlah perwakilan dari Deakin untuk memberikan penjelasan soal cara berkuliah di Deakin. Pelatihan ini juga diisi materi tentang kisi-kisi riset yang bisa dikerjasamakan antara Deakin dan Unand.

Erianty menjelaskan, kegiatan ini dimulai sejak dua tahun lalu dan telah mengorbitkan beberapa akademisi ke Australia. Selain mengadakan persiapan untuk calon doktor ke Australia, Pusat Bahasa Unand juga konsisten dalam mempersiapkan calon doktor atau magister yang akan berkuliah di luar negeri.

Pusat Bahasa menyediakan fasilitas untuk memperkuat kemampuan bahasa asing bagi para akademisi dan mahasiswa tersebut. Seperti, pelatihan untuk vokal dan tulis bahasa Inggris, serta tes kemampuan seperti TOEFL, TOEIC, atau IELTS. Untuk itu, ada ruangan interaktif untuk dialog dan percakapan bahasa Inggris.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan dan persiapan, M Nazri, menilai kegiatan ini cukup bermanfaat bagi dosen atau akademisi lain untuk menambah pengalaman berdiskusi dan berdialog dengan insan perguruan tinggi Australia. Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan tentang negara Australia.

Kerja sama dengan Malaysia
Unand juga bekerja sama dengan Universiti Teknologi Mara (UTM) Malaysia dalam bidang penelitian tentang kedokteran dan kesehatan gigi. “Kerja sama ini melibatkan fakultas kedokteran gigi kedua universitas yang nota kesepahamannya telah ditandatangani pada Jumat, 26 Februari 2016,” kata Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi Unand, Nila Kasuma.

Kerja sama ini tentunya, seperti metode pemeriksaan gigi, pencegahan penyakit, penyuluhan, dan beragam inovasi lainnya. Menurutnya, alasan menggandeng pihak Malaysia sebagai mitra karena institusi tersebut memiliki fakultas kedokteran gigi khusus. Universitas itu dinilai cukup mumpuni dalam penelitian bidang tersebut di samping tentunya pencapaiannya dalam berbagai prestasi.

Ia mengharapkan kerja sama penelitian ini bisa memotivasi dosen dan mahasiswa kedokteran gigi Unand. Mereka diharapkan bisa menghasilkan berbagai inovasi di bidang kesehatan gigi.

Kedokteran Gigi Unand juga bekerja sama dengan Universitas Malaya dan beberapa universitas di Indonesia. Dekan Kedokteran Gigi Universiti Teknologi Mara Malaysia, Mohamed Ibrahim Abu Husen, menyambut baik adanya kerja sama ini. Dia berharap akan ada banyak hasil penelitian baru yang tercipta.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya berkualitas yang tentunya akan bermanfaat dalam penelitian. Sementara itu, salah satu mahasiswa Kedokteran Unand, Farid, berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Menurutnya, yang perlu diserap dalam kerja sama ini adalah teknologinya. Sebab, saat ini Indonesia dalam hal itu yang masih lemah. antara ed: Erdy Nasrul

[Republika]

Komentar



error: Konten dilindungi!