7 Fakta Mudik di Kalangan Mahasiswa

mahasiswa-rantau-696x485

Ini bukan fenomena yang baru pertama kali terjadi. Fenomena ini selalu terjadi setiap tahunnnya. Tapi fenomena ini selalu booming setiap tahun di masyarakat dan kalangan mahasiswa. Pemberitaannya heboh sampai ke mana-mana. Dan kabarnya Sun Gokong yang tengah berjalan ke barat, kini sudah memasuki wilayah bikini bottom. Oke yang ini enggak nyambung. Fenomena ini bernama “Mudik”

Mudik atau bahasa ilmiahnya pulang kampung adalah fenomena yang terjadi menjelang Idul Fitri. Mahasiswa khususnya anak kos adalah golongan yang ikut merayakannya. Mereka heboh dengan sibuk membicarakannya, menyusun jadwal mudik, dan mempersiapkan barang-barang bawaannya. Berikut fakta tentang mudik di kalangan mahasiswa.

1. Mudik itu selalu ditunggu-tunggu
Mudik itu selalu ditunggu-tunggu oleh kalangan mahasiswa anak kos. Baru aja sampai di kosan abis mudik, mereka udah merencanakan jadwal mudik selanjutnya dan enggak sabar untuk segera mudik. Alasannya simpel, mahasiswa anak kos itu rindu dengan suasana rumah dan fasilitas seisinya.

2. Menghitung hari menuju mudik
Kerjaan utama mahasiswa menjelang mudik menghitung hari menuju mudik. Dari H-ratusan hari sampai H-1 mudik. Mereka biasanya menghitung hari dengan update status di sosmed yang sukses bikin temen-temennya jadi tau kalo dia mau mudik. Ada juga mahasiswa yang menghitung hari sambil nyanyi

3. Hari H Mudik
Hari H mudik, perasaan mahasiswa campur aduk. Seneng karena mau pulang ke rumah, sedih karena harus berpisah sementara dengan dunia kampus, dan deg-degan karena khawatir kalo dia salah beli tiket mudik, bukan beli tiket mudik pesawat tapi beli tiket mudik naik elang. *fly. Di hari H mudik mahasiswa udah semakin enggak sabar. Mereka enggak bisa tidur lagi pas abis subuh karena gelisah enggak sabar sampai ke rumah. Mereka guling-guling di kasur ke sana kemari dan bolak-balik ke kamar mandi karena kebelet pipis. Dan terakhir si mahasiswa akan memeluk tas atau koper bawaan mereka sambil bilang “Sabar ya, nanti sore udah sampai di rumah kog….” *pukpuk

4. Enaknya mudik di rumah ada berbagai fasilitas
Rumah itu ibarat surga bagi mahasiswa anak kos. Sampai di rumah mereka terbebas dari penderitaan hidup sebagai anak kos. Mereka enggak perlu sibuk pasang alarm buat bangun sahur karena pasti dibangunin kalo dirumah. Mereka enggak perlu saling memangsa sesama anak kos demi nasi kucing dan gorengan di angkringan karena makanan di rumah udah di sediakan. Dan pekerjaan yang paling cocok dan optimal untuk di lakukan di rumah adalah hibernasi.

5. Reuni sama temen-temen SMA
Selain hibernasi, kegiatan mahasiswa saat mudik lebaran biasanya diselingi kegiatan reuni dengan temen-temen SMA. Reuni ini biasanya dilakukan dengan kegiatan buka bersama. Tapi buka bersama itu sebenernya hanya ilusi karena sesungguhnya acara reuni itu adalah acara ajang pamer.
Reuni pas tingkat satu ajang pamer kuliah
Reuni pas tingkat dua ajang pamer pacar
Reuni pas tingkat tiga ajang pamer jalan-jalan
Reuni pas tingkat empat ajang pamer wisuda
Reuni selanjutnya enggak mau berangkat karena belum lulus-lulus….ngenes ya *pft

6. Mudik itu cepat berlalu
Satu fakta yang harus kalian tahu, saat mudik itu waktu terasa begitu cepat berlalu. Saat sampai di rumah kamu akan merasa punya banyak waktu untuk di rumah. Tapi sebenarnya semua itu hanya ilusi. Tiba-tiba waktu berlalu begitu cepat, lebaran udah lewat, dan kamu harus kembali lagi ke dunia kampus.

7. Enggak pengen balik ke perantauan
Fakta yang selalu terjadi saat waktu liburan mudik akan berakhir adalah si mahasiswa enggak pengen balik. Mereka enggak rela kebahagiaan mereka di rumah hilang begitu saja. Mereka masih ingin menikmati gravitasi kasur di rumah, damainya di rumah tanpa urusan kuliah, dan bisa makan sepuasnya. Tapi mau enggak mau kalian kan tetap kembali ke perantauan, karena di perantauan sana ada bapak kos, dunia perkuliahan, para sahabat, penjual angkringan, dan kompetitor kalian di angkringan yang rindu dengan kehadiran kalian.

Mudik itu selalu selalu punya kenangan indah . Perjuanganmu untuk mudik akan terbalaskan dengan nikmatnya suasana di rumah.

“Mudik adalah cara terbaik untuk mengobati rindu dengan suasana di rumah”. (Mirnaaf)

[kampusholic (dot) co]

Komentar



error: Konten dilindungi!