Maudy Ayunda Berbagi Pengalaman Kuliah di Oxford

Sejak September 2013, Maudy Ayunda rihat sebentar dari dunia entertainment untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Oxford, Inggris. Bagaimana kehidupan dia di sana?

Di tengah padatnya kegiatan sebagai mahasisiwi jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics), Maudy meluangkan waktu untuk menjawab sejumlah pertanyaan penggemarnya lewat media sosial. Dia juga membuat video khusus untuk berinteraksi dengan para penggemarnya itu.

Penyanyi kelahiran jakarta, 19 Desember 1994 itu duduk dengan gaya yang manis dan trendy di depan gedung dengan arsitektur era Victoria. Awal pembicaraan, dia menjawab pertanyaan tentang bedanya pendidikan di Indonesia dengan Oxford yang merupakan perguruan tinggi tertua di Inggris.

“Jadi kalau di sini itu sistem pengajarannya unik banget dan awalnya agak ‘menyeramkan’ juga,” kata Maudy.

“We have lectures. Jadi muridnya kayak 100 orang, nggak ada interaksi sama profesornya, tapi habis itu kita juga ada namanya tutorial. Beda sama kelas, tutorial ini satu profesor sama dua murid, dan di situ kita berargumentasi, membahas esai kita, terus membahas topik minggu itu,’ lanjut penyanyi yang tahun lalu mengeluarkan album ‘Moments’ itu.

“Harus prepared banget, supaya bisa defend our point of view. Awalnya takut banget, tapi lama-lama, you know, i have two (essay) in a week jadi udah biasa. Jadi kalau di-compare sama (pendidikan) Indonesia, tutorial systemnya.”

Kampus Maudy ini telah melahirkan banyak alumni terkemuka, dan 58 penerima Hadiah Nobel pernah belajar atau memiliki afiliasi dengan Universitas Oxford. Universitas ini secara rutin bersaing dengan Universitas Cambridge untuk menduduki posisi pertama dalam peringkat universitas terbaik di Britania Raya.

Dalam beradaptasi dan interaksi dengan lingkungan baru juga dirasakan Maudy tak terlalu sulit karena banyak sekali pelajar internasional. Yang penting dalam adaptasi harus bersikap fleksibel, terbuka dan positif. Lalu perubahan apa yang dirasakan setelah dua tahun tinggal di Inggris?

“Aku merasa lebih mandiri, aku merasa lebih mengenal diri sendiri karena hidup seorang diri dan tak bergantung pada orang lain. Jadi ini cukup membantu, semacam refleksi diri,” kata penyanyi yang pernah menjadi pembicara termuda dalam forum internasional bertajuk ‘The regional Conference Evaluates the Millennium Development Goals and Looks to Creating a Foundation for the Post-2015’ itu.

6ad21f00-ba1d-4505-9453-0f8e603519a7

“Selain itu, aku juga merasa lebih dewasa. Aku tidak tahu apakah karena tinggal di Inggris, atau karena seiring waktu berjalan. I feel like (hehe) less immature. Dan yang pasti aku belajar banyak hal, belajar tentang perbedaan kebudayaan, pengalaman baru yang membentuk karakter pribadiku,” lanjut Maudy dengan full berbahasa Inggris.

(ich/ich/Detik/iCampus Indonesia)

Komentar



error: Konten dilindungi!