Kuliah di Australia dengan modal “bekerja part-time”

Ada yang bertanya :

“Pak nama saya xxxx,
bisakah saya meminta informasi,apakah saya bisa kuliah di unsw dengan biaya sendiri,yaitu dengan ambil kerja part time,jurusan yg saya ambil yaitu teknik mesin
apakah bisa? dan kira-kira berapa biaya kuliah per tahunnya dan berapa akomodasinya?
terima kasih banyak”

Oke, tanpa basa-basi lebih banyak, langsung saja kita bahas kemungkinannya.

Bisakah saya meminta informasi,apakah saya bisa kuliah di unsw dengan biaya sendiri

Ya tentu bisa dong. kenapa ngak? kan udah banyak student disana yang kuliah dengan biaya sendiri?

Yaitu dengan ambil kerja part time, jurusan yg saya ambil yaitu teknik mesin apakah bisa?

Apakah ini maksudnya: anda cuma modal kosong dari indonesia (misal: cuma modal tiket pesawat + uang untuk hidup beberapa hari) kemudian berharap untuk mendapat kerja partime disana untuk membiayai biaya hidup & biaya kuliah?
Jika memang ini yang dimaksud, berarti anda perlu hitung2an dulu, yaitu membandingkan antara pemasukan dan pengeluaran.

Oke, kita bahas pengeluaran dulu (asumsi: ente udah ngirit banget, mungkin hampir semaput dah):

  1. Biaya hidup (per week) = AUD 70 (udah makan yang paling murah, misal: pakai catering)
  2. Biaya tempat tinggal (per week) = AUD 170 (ini share dengan orang lain, biar murah)
  3. biaya utilities (air, telpon, listrik, internet) (per week) = AUD 15
  4. biaya buku (per semester) = AUD 150 (ini udah pake buku bekas)
  5. biaya transport (per week) = AUD 20 (ini udah murah)
  6. biaya asuransi OSHC (per tahun) = AUD 350 (ini udah standard)
  7. biaya kuliah UNSW (per semester) = AUD 15000 (baca: lima belas ribu dolar)

Sekarang kita bahas pemasukan:

pendapatan part-time. asumsi: dapat kerjaan menjadi cleaner, kerja 4 jam sehari, 4 hari seminggu, gaji 22AUD/jam (gaji ini termasuk tinggi dimana jarang sekali orang yang beruntung mendapatkannya) = 4 x 4 x 22 = AUD 352 per week

Analisis: berdasarkan hitung-hitungan diatas, kliatannya pendapatan part-time ente cuman cukup buat biaya hidup doang tuh. untuk biaya kuliah, kliatannya belom cukup.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Tentang mencari pekerjaan. bukannya ingin menyurutkan semangat, tapi berdasarkan pengalaman saya pribadi, cari kerja part-time disana tidak mudah. ada banyak student china, india, pakistan, indonesia yang juga bersaing dengan anda.

Gaji kerjaan part-time 22AUD per hour & 4 hari per week itu sangat jarang sekali didapat. anda perlu sujud syukur kalo dapet kerjaan dengan rate segitu. hehehe :-p

Embassy australia ngak mau student yang datang kesana ngegembel. jadi mereka minta anda untuk mempunyai bukti tabungan yang cukup untuk hidup disana sampai lulus nanti.
Uang kuliah (tuition fee) dibayarkan lunas dimuka. ngak bisa ngutang dulu.

Biaya kuliah untuk citizen adalah 3-4 kali lebih murah dari student asing. jika ente berpikir mahasiswa asing itu seperti sapi perahan, mungkin ada benarnya juga. hehehe. yang jelas tiap tahun, ada ribuan pelajar asing yang belajar ke australia, dimana sektor pendidikan adalah salah satu penghasil devisa yang signifikan.

Ini sydney bung, kota termahal di australia, dimana banyak student amerika & eropa yang komplain mahalnya biaya hidup disini.

Ente ngak bisa dapat kerjaan fulltime karena student dilarang untuk kerja fulltime. employer juga ngak mau ngasi kerjaan fulltime ke ente karena kalo ketahuan, dia bakal bayar denda yang berat.

Banyak pekerjaan yang employernya prefer permanent resident atau citizen, dimana pekerjaan ini gajinya lumayan gede, bisa nabung buat kuliah lagi.

Tapi kan saya orangnya hemat & hidup sederhana, sering ngak makan (baca: puasa)?

Yaaaaaa.. tinggal dihitung aje, masih masuk atau kagak. ntar kalo ente sakit malah berabe.

—-

Disana ada warung murah seperti warteg gitu?

ngak ada warteg. makan di warung paling murah pun tetap lebih mahal jika dibandingkan dengan catering (ada beberapa orang indonesia yang buka usaha catering) atau masak sendiri.

—-

Wuih, itu akomodasi mahal banget. apa disana bisa “nge-gembel” aja?

Dari mahasiswa yang pernah saya temui, ngak ada yang datang kuliah kesana cuman modal dengkul. Biasanya orang2 itu punya sponsor, yaitu pihak yang membiayai kuliah mereka disana (misal: ortu, perusahaan, pemerintah, universitas, dll). Kalo ngak punya uang, ya mungkin bisa pinjam uang ke bank, dimana nanti anda berjanji mengembalikannya setelah lulus kuliah.

—-

Ada ide lain?
hmm… mungkin seperti dibawah ini:

  1. Anda menjadi kaya mendadak.
  2. Kawin dengan orang australia & berharap bisa tinggal disana & sekolah lagi.
  3. Mengejar beasiswa & dapat
  4. Kerja yang bagus, Syukur2 dapat job ke luar negeri (jadi expatriate), ngumpulin duit buat sekolah. trus sekolah deh.

Penulis : Achmad Mardiansyah

[iCampus Indonesia]

Komentar